Kamis, 20 Maret 2014

kyai nur 4

Assalamualaikum wr. wb.

sekedar cerita, cerita ini boleh percaya boleh tidak, namanya juga dialog. soal kejadian nyatanya juga tak ada, sebagaimana kerajaan majapahit itu ada atau tidak, sebagaimana orang yang bernama ken arok itu ada apa nggak, kita tidak wajib percaya sebagai orang islam, karena bukan salah satu RUKUN IMAN, juga dialog saya ini bukan bagian dari RUKUN IMAN, jadi boleh percaya juga boleh tidak percaya,

Dialog dengan sunan kudus di makam sunan kudus.
" assalamualaikum ngger... lama ku tunggu akhirnya datang juga..." kata sunan kudus di mediator.
" benar ini syayed ja'far sodiq sunan kudus ?" tanyaku.
" benar aku ruh idhofinya sunan kudus ngger...bagaimana kabarmu ngger...?"
" alhamdulillah baik, berkat doa restu sunan kudus aku sehat."
" begini ngger... sekarang kan kamu mengurusi tak hanya manusia, tapi jin, juga siluman, jadi kamu jelas akan di musuhi dari mana mana... aku dulu panglima demak, jadi aku punya setrategi untukmenghadapi musuh, wong kamu sudah datang kesini, jadi aku akan memberimu ilmu tehnik mengatur siasat perang, apalagi pengaturan strategi sekarang ada di tanganmu... bagaimana ngger apa kamu mau.."
" ya saya menerima saja kalau sunan kudus mau meberikannya.."
" ya tapi ini jangan di ajarkan untuk muridmu, ini hanya untukmu sendiri..."
" ya kanjeng sunan saya akan pakai untuk diri saya sendiri.."
lalu ilmu di wedar dari batin ke batin....
" bagaimana ngger sudah...?"
" wah ini repot juga..."
" repot bagaimana ngger ?"
" saya itu kan ndak boleh melihat gaib sama Allah.."
" lhoh bukannya malaikat jibril hari jum'at kemaren menemuimu, mentalkinmu dan memberi pembuka mata batin ?"
" iya itu hanya keperluan mendesak saja kanjeng sunan."
" wah kalau begitu ya repot juga ngger.... begini saja kamu ku beri khodam itu kyai muhammad slamet... untuk ilmu halimunan.."
" itu jin atau malaikat kanjeng sunan.."
" ya malaikat lah ngger..."
" kok namanya slamet...?"
" hehehhe iya.. namanya muhammad slamet, itu dulu pemberian kakekmu sunan giri, kepadaku... ya ndak salah kalau sekarang ku berikan kepada anak cucunya..."
" terimakasih kanjeng sunan.."
" dari awal kamu masuk makam dia kan sudah menyambutmu, dan mengikutimu terus, dia senang sekali ku berikan padamu... bagaimana ngger..?"
" ya saya bagaimana baiknya saja menurut kanjeng sunan.."
" heheheh kamu itu kok ya merendah saja... setelah pertemuan kita yang pertama, aku malah naik langitku kok...aku masih di bawahmu... bagaimana kamu kok malah yang terserah padaku, kamu sekarang yang jadi jendralnya... aku yang malah harus mendukungmu .."
" walah kanjeng sunan ini kok ya menyanjungku, sudah tau kalau aku ini tong kosong..."
" jangan merendah begitu ..."
" kanjeng sunan kan bisa melihatku, melihat hatiku, apa aku ini merendah, itu memang kenyataan kok aku tak merendah, memang aku ini cuma bumbung kosong..."
" bumbung kosong kan juga kalau di pukul, orang akan berkumpul...wah.. wah...aku jadi malu....denganmu ngger.."
" kanjeng sunan ini bisa saja..."
akhirnya beliau minta diri untuk melanjutkan tugasnya...
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

DIALOG dengan sunan muria.
pergi ke gunung muria, baru sekali ini saya pergi ke gunung muria, gak nyangka tinggi sekali ternyata, waktu naik juga harus pakai ojeg, wah kenceng ojegnya, sampai merinding kalau kecelakaan heheheh....
sampai di atas ternyata ramai sekali, gak nyangka kalau seramai itu, kayak tempat wisata.
masuk harus antrian lama sekali.. hm mau masuk sudah banyak jin yang mencoba menahanku dengan mendekati kakiku, dan anehnya semua jin fasih, heran juga banyak jin fasik di area makam, ada apa ini?
alhamdulillah setelah hampir sejam antri, akhirnya bisa masuk area makam, biasa aku mengajak para muridku menyendiri, mencari tempat untuk memanggil sunan muria.
baru ku panggil sebentar sudah masuk ke mediator, seseorang dalam keadaan lusuh, dan tersiksa, menangis sesenggukan.
" siapa ini.?" tanyaku.
" aku nur, umar said sunan muria..." jawabnya sambil menangis...
" kenapa menangis..."
" nur... apa kamu tak tau keadaanku ini... kamu lihat aku ini... lihat aku di siksa begini... kamu yang bisa menolong nur.. aku sudah lamaa sekali menunggumu.. lama sekali, setiap kali kamu melewati kudus, aku mencegatmu di jalan, berharap kamu akan mampir ke tempatku... huuuu. huuuu... tolong aku tolong nur... kamu yang bisa menolong, orang orang itu hanya memanfaatkanku, sampai aku tersiksa begini, aku di cambuki malaikat... nur ..nur... bagaimana ini nasibku...."
aku jadi ikut menangis....
" nur... tolong aku, kamu kan bisa... hanya kamu harapanku saat ini, yang bisa menembus alam ruh... dan bisa ku harapkan menolongku, karena kamu masih di dunia, kalau perlu robohkan saja tempatku ini... aku di siksa karena tempatku di pakai orang meminta kekayaan, kesenangan nafsu, di pakai maksiat huuu... huuu... ampuni aku ya Allah... dan jin fasik yang memberi ijabah pada orang itu semua,...."
" wah kalau aku menghancurkan tempat ini , ya aku ndak punya kuasa .."
" ya bagaimana jalan keluarnya ?"
" hm bagaimana ya.... apa sunan muria ndak pernah masuk ke mimpi para juru kunci itu.."
" waaaah itu tak berefek sama sekali nur, mereka juga memanfaatkan tempatku ini... lihat mereka menarik uang ini itu untuk memperkaya diri..."
" hm bagaimana ya solusinya ?"
" ini dulu nur, para jin fasiknya mbok kamu bersihkan..."
" ya... ya...."
aku lalu mengeluarkan cakra, ku lepas untuk memberantas semua jin fasik, alhamdulillah pernah dapat cakra untuk menembus bumi dari syaikh siti jenar, sehingga ketika jin fasik menembus bumi dapat ku kejar, dan habis ludes.
" terimakasih nur... alhamdulillah agak lapang rasanya... huu..huuuu... beratus tahun, aku baru tertolong sekarang... malaikat saja tak ada yang mau kesini... karena makamku di kuasai jin fasik dan di manfaatkan mereka, ya nanti akan aku usahakan ku kirim murid jinku untuk mengendalikan tempat ini... oh ya sunan muria sekarang langitnya berapa?"
" tingkatan langitku ambrol nur.. aku ndak punya tingkatan sama sekali.."
" ya sudah ku mintakan syafaatnya rosululloh..."
" wah terimakasih nur.... terimakasih... subhanallah, aku naik ke langit 53 ?"
" iya biar kumpul sama wali yang lain, biar aku mudah mengkoordinasi.."
" aku dengan apa membalasnya nur...?"
" doakan saja saya....."
" pasti nur, aku doakan kamu...huuuu huuuu.... aku terharu sekali, aku menangis sekarang bukan karena sedih, aku menangis senang nur,senang sekali, memang kamu orang pilihannya Allah... ndak salah berbagai darah mengalir ke tubuhmu..."
" walah aku ini cuma kaleng kosong... yang saya harapkan doa para auliya untukku, .."
" aku akan selalu mendoakan dan mendukungmu nur.."
" alhamdulillah aku bertemu denganmu, sudah lamaaa sekali aku menunggumu, berulang kali aku di tepi jalan menunggumu, melambaikan tangan padamu, mungkin aku ini pakaianku lusuh, kamu tak perduli huuu,,,huuu."
" ealah, aku ini ndak boleh melihat gaib sama Allah, bukan aku tak perduli sama sunan muria....la aku ini tak melihat..."
" ooo begitu rupanya, wah aku memang sudah berburuk sangka.... maafkan aku nur..huuu huu."
" sudah sudah jangan nangis, sekarang jadi muda, semangat, ayo dukung perjuanganku... " semangatku pada sunan muria.
dia yang awalnya membungkuk bangkit dan tegak...
" hm aku kok bisa jadi muda begini.... ilmu apa yang kamu pakai, jangan jangan ini cuma tipuan..."
" tidak itu tak tipuan...."
" wah jadi muda dan bersemangat lagi aku..., sudah nur aku pamit, aku mau ke atas ... ketemu dengan sunan ampel dan sunan giri.."
" ya silahkan..."
setelah mengucap salam , sunan muria pun pergi.
dan aku di lihat oleh juru kunci dengan tatapan aneh, tak tau apa di pikiran mereka.. di pikiranku lebih berkecamuk, bagaimana caranya aku mencari solusi soal gunung muria ini..
segera turun dari gunung muria, jalan kaki melewati undakan... lelah... tapi perjalanan masih berlanjut ke mbah mutamakin.. kayen, dan ke syaikh saridin syaikh jangkung.

____________________________________________________________________________________________________

perjalanan lancar sampai ke mbah mutamakin kayen.... kami melakukan sholat dzuhur dulu, lalu masuk ke area makam, dan memanggil mbah mutamakin.

" wes tekan to cah bagus... tak enteni kaet mau....tak delok kok rame rane podo dzikir nek mushola iki sopo, kok adem dadine panggonanku, tibake cah bagu.... nur.... nur.. wes tak enteni Assalamualaikum...wr. wb."
" waalaikum salam... wr. wb. bagaimana kabarnya mbah..?"
" alhamdulillah sehat nur... ( bicara sama mbah mutamakin, semua hampir memakai bahasa jawa.. tapi akan ku tulis dengan bahasa indonesia.)"
" ini kamu kesini pertama kali ya nur..?"
" iya mbah... ini ruh aslinya mbah mutamakin atau ruh biasa atau hanya khodam."
" aku ruh idhofinya nur..."
" maaf mbah kalau saya bertanya begitu, soale mbah sendiri tau saya banyak yang menyusup.."
" iya aku tau nur..."
" aku kok seneng sekali melihatmu nur... adem rasanya... aku tak memegang tanganmu ya nur.."
" ya silahkan...mbah."
" wah ademe... syafaate rosululloh... subhanallah... subhanallah... lama tak merasakan yang seperti ini...." mbah mutamakin meneteskan air mata. " nur kamu sudah datang kesini cah bagus, apa yang ingin kamu minta dariku...?, tadi kan ke sunan kudus, di beri apa ?"
" saya di beri khodam kyai muhammad slamet...apa itu dari malaikat atau jin ? ini di taruh di jari saya."
" ooo kyai slamet malaikat to nur... we ladalah, aku kalau ndak memberimu jadi malu, mau memberi juga malu, sebentar tak lihatnya di tubuhmu ini yang belum ada apa..." mbah mutamakin lama terdiam.... " wah semua kok ya sudah ada... heheheh bingung aku, kyai slamet itu untuk panglimuan, ini sekarang ku beri khodam untuk jalan cepat, seperti terbang...mau kamu nur ?"
" apa saja ya saya mau saja mbah... kemaren kan sudah mbah mutamakin hafalan al-qur'an yang mbah mutamakin masukkan ke dada saya..... sekarang sudah mau di beri lagi.."
" ya kalau kamu mau, ini ku berikan..."
maka transfer khodam terjadi , lalu setelah selesai....
" tadi saya ke tempat sunan muria..."
mbah mutamakin terdiam...
" ya kasihan dia, untung kamu ke sana, kasihan dia di siksa terus..."
" ya... itu solusinya bagaimana menurut mbah mutamakin ?"
" ya itu makamnya harus di pindah... kamu kan bisa to nur..."
" wah saya harus bongkar makamnya , nanti saya di tangkap polisi lah mbah.."
" ya bukan begitu, kan bisa di pindah dengan gaib to, ...itu mudah lah bagimu... kamu ilmumu juga sudah berlebih kalau hanya memindah makam begitu, jadi isi makamnya nanti kosong.."
" ya.. ya...akan saya coba.."
" nur aku mau pamit dulu, soale masih banyak tugas, sebenarnya ingin bicara banyak denganmu..."
" mbah saya boleh memindahkan mbah mutamakin ke langit 53 ?"
" walah apa saya pantas, aku langitnya masih rendah sekali... apa boleh seperti itu kok main pindah saja seenaknya... "
" ya saya kan hanya minta pada Allah..."
" ooo begitu..."
aku berdoa sebentar pada Allah agar mbah mutamakin pindah ke langit 53,
" walah rasanya pindah seperti ini, melayang.... walah kok bisa ya... aku jadi malu... subhanallah langitmu jauh sekali dariku... subhanallah, anak semuda dirimu... langitnya tinggi begitu.. wah aku jadi malu memberikan ilmu padamu nur... malu aku...eh ternyata.. subhanallah "
" wah mbah ... mbah saya itu cuma tong kosong...."
" tong kosong apa... tak mengira... pantesan kamu lain... wah aku jadi malu.."
" mbah jangan begitu lah mbah... aku jadi ndak enak... mbah mutamakin kan idolaku..."
" soyo isin aku nur...aku pamit dulu, terimakasih ya dzuriahnya rosululloh..... "
" sama sama mbah...."
lalu mbah mutamakin pergi setelah mengucap salam...

_________________________________________________________________________________________________

melanjutkan perjalanan ke syaikh jangkung, setelah menempuh perjalann jauh, wktu asar pun kami sampai di makam syaikh jangkung, setelah nitip sandal kami masuk makam, dan mencari tempat yang mudah untuk memanggil syaikh jangkung. lama juga ku panggil tapi tak juga masuk... heran juga.

" weh.. weh wong buaguse wes teko... nur...nur ... nganti semuten aku ngenteni kue tekan nggonaku...Assalamualaikum.." syaikh jangkung dengan gaya kocaknya. ( dialog dengan syaikh jangkun juga menggunakan kata-kata bahasa jawa ngoko..)"

" waalaikum salam...kok lama kemana saja, apa sehat..?"
" alhamdulillah sehat nur... piye kabare wong bagus iki...heheheh la iya aku ini lo nur... masak mau masuk ke rumahku sendiri tadi di hadang sama jin fasik.. opo ra aneh itu."
" alhamdulillah, aku juga sehat mbah... wah perlu di tumpes itu para jin fasik....." aku mengeluarkan cakra lalu ke lepas menumpas mereka.
" walah kalau ini namanya perbersihan heheheh pada kabur, terpotong semua... "
" iya masak makam-makam ini pada di manfaatkan oleh orang untuk niat yang tak benar.."
" iya nur...dunia sudah rusak begini.."
" saya tadi juga ke makam sunan muria, wah kasihan beliau gara-gara makamnya di pakai gak benar, beliau malah di siksa.."
" heh.. sunan muria itu bapakku...jangan keras keras nanti ketahuan orang..." bisik saridin.
" wah itu mana ada orang yang perduli wong itu jaman silam..."
" eee jangan begitu, nanti ketahuan sunan kudus..."
" memang kenapa heheheh malah akan kau kasih tau heheheh "
" we ladalah... jangaaan... itu rahasia.."
" bagaimana ceritanya kok bisa saridin itu anaknya sunan muria..?"
" itu dulu..." dia berbisik kayak takut ketahuan orang saja..." itu dulu ceritanya sunan kudus menikahi perempuan dan tak di ketahui umum... dan lahir aku... makanya hidupku gak ketahuan aku ini siapa bapakku, tapi syaikh malaya tau... makanya aku di didik sama syaikh malaya, syaikh malaya itu sunan kali..."
" ooo begitu ceritanya... awas jangan kamu bilang ke sunan kudus, "
" heheheh itu kan sudah lamaa... sunan kudus tau juga tak papa.."
" eee aku nanti di marahi... lawong sunan kudus itu tak suka padaku , karena ilmuku itu lebih tinggi.. karena didikan sunan kalijaga.."
" begitu rupanya ceritanya.. lalu kok sampean itu di panggil sebagai syaikh jangkung ?"
" itu karena aku jangkungi.. .. apa kamu tadi sudah ke pangeran atas angin, "
" ya aku ndak kemana-mana, makam sampean saja baru tau sekarang."
" kan banyak para wali Allah yang ku jangkungi, apa perlu ku tulis daftare, mereka pasti senang kamu datang.."
" walah nanti waktuku habis untuk jalan-jalan, kapan=kapan saja..."
" yo wes nek ngunu.. leh itu bagaimana ayahku, mbok kamu tulungi... itu ya dia sendiri sih salahnya masa lalu, malah sukanya nyari uang saja... kamu jangan suka mencari uang saja nur... eh iya juga kalau ndak punya uang juga gak akan bisa ke tempatku hehehheh , ya itu bagaimana ayahku nur.... kamu tolong..."
" bagaimana menurute sampean cara aku menolong... ya tadi sudah ku mintakan ampun sama Allah..dan alhamdulillah sudah tidak di siksa, tapi kalau tempatnya di datangi orang seperti sekarang ini, ya sama dia akan di siksa, itu dengar..." telunjukku menunjuk orang ngaji di samping makam..." sampai tidak ke sampean doa mereka..?"
" apanya yang sampai ?"
" ya kan mereka mendoakan sampean.."
" ealah ndak ada yang nyampai,mereka bukan mendoakanku, tapi berdoa untuk mereka sendiri... koplak kabeh, mendiang aku memegang kulitmu begini sudah ku rasakan heheheh,,, hm uademe ..."
" ya itu bagaimana menurute sampean soal sunan muria?, apa aku pindah makamnya ?"
" apa kamu bisa nur..?"
" ya kan tinggal nyuruh malaikat.."
" walah kamu memange bisa byuruh nyuruh malaikat ?"
" sebentar ku panggilkan..." lalu ku panggil abdussomad khodam surat ikhlas..
" assalamualaikum wr. wb. kyai... saya abdussomad menghadap." kami menjawab salam serempak.
" we ladalah, lakok guampang begitu kamu manggil malaikat, ilmunya itu di berikan padaku..."
" itu bukan ilmu, itu ijin dari Allah..."
" walah sakti benar kamu..."
" andussomad, kamu bisa memindah jasad sunan muria ?"
" bisa kyai... mau di pindah kemana...?"
" ini di pindah kemana ?" tanyaku pada syaikh jangkung.
" itu di sebelahku saja..."
" sebenarnya untuk apa kyai memerintah memindah jasad sunan muria ?" tanya abdussomad khodam surat ikhlas
" itu kan tempat sunan muria di pakai seperti itu, orang pada minta tak benar." jelasku
" ya saya akan pindahkan..." jawab abdussomad... "sudah kyai sudah ada di samping makam syaikh jangkung...walah kok namanya syaikh jangkung... nama yang lucu, orangnya tinggi, kurus, jadi di panggil syaikh jangkung heheheh lucu sekali."

" we ladalah kok malaikat ya menghina, itu nama syaikh jangkung aku menjangkungi buka karena aku tinggi kurus jelak."
" iya menjangkung jangkung, kalau jalan mental mentul..."
" walah malaikat kok ya koplak ngene... maksudnya itu aku menjangkungi wilayah... angel tenan nerangne malaikat gak pernah sekolah hehehheh."
" sudah sudah... ini bagaimana solusinya biar tempatnya sana tidak di datangi para orang yang berniat buruk."
" di sini juga sama kyai, orang yang datang juga banyak yang berniat buruk.." kata abdussomad.
" ya di sini belum separah di sana... " jelas syaikh jangkung.
" bagaimana kalau di sana ku kirim jin ?" kataku
" wah apa kamu juga bisa memerintah jin ?" kata syaikh jangkung.
" bisa..."
ku panggil jin yang ikut denganku mengiringku, ada beberapa trilyun, ku suruh masuk ke mediator.
" walah lakok gampang begitu memanggil jin, yang datang sampai penuh ini tempat... apa ilmunya itu nur, aku mbok ya di beri..."
" itu bukan ilmu... itu aku asal-asalan..."
" wah pelit kamu denganku..."
" gak pelit... sebentar ku perintahnya jinnya."
" ada perintah dan tugas apa kyai, kami siap melaksanakan..."
" ada berapa ribu kalian yang ikut di belakang rombonganku ?"
" ada ratusan trilyun kyai..."
" nah kalian ku tugaskan untuk ke gunung muria, kalau di sana ada jin fasik, berantas habis, dan rasuki orang itu di atas gunung, biar pada takut, biar gunung muria tak di salah gunakan."
" di lempar-lemparkan saja ke jurang ." celetuk saridin
" ya gak boleh begitu..."
" aku gemes je kyai..." jawab saridin seenaknya " ayahku di siksa selama ini..."
" sudah di rasuki saja, nanti kalau di sana banyak kerasukan nanti akan takut. dan tak akan berbuat yang tak benar."
" ya kami siap kyai... berangkat sekarang ?" kata jin yang di mediator.
" ya berangkat sekarang."
" jadi kami putar balik ya kyai...?"
" ya putar balik..."
lalu jin itu pada berangkat.
" wah malaikat bisa di perintah, jin bisa di perintah... wah aku di beri ilmunya "
" ilmu apa ?, aku itu ndak punya ilmu apa-apa... itu pas kebetulan saja...kebetulan aku ini raja jin, dan kenbetulan Allah mmberi ijin aku memanggil malaikat, dan kebetulan aku ini juga penguasa kayangan.."
" walah wes wes... ee ee ngomong soal kayangan aku mau minta satu bidadari boleh gak... "
" untuk apa ?" sela abdussomad.
" walah malaikat kok ya koplak tenan, ya bidadari untuk di nikah..."
" bukannya di surga sudah ada bidadari ?, "
" mereka itu tidak bisa beranak nur..."
" maksudnya ?"
" maksudnya mereka bidadari surga itu ndak bisa beranak... tak bisa punya anak, la habis di kumpuli jadi perawan lagi.."
" wah kalau bidadari kayangan apa kayak begitu ?, wah repot dan lelah kalau tiap hari harus jebol perawan, kan aku ada jodoh dari sana, nanti jadi sibuk sendiri jebol perawan tiap hari...."
" wah kalau itu aku ndak tau... makanya aku kamu kasih satu..."
" ya ndak bisa, itu harus ada turunan dari sana, pak kyai kan ada turunan dari sana... dan titisan sana... jadi bisa kalau syaikh jangkung ya tak bisa..." sela abdussomad.
" wah apes apes.. gak kebagian aku ini..."
" la sampean nikah lagi sudah meninggal juga untuk apa ?"
" iya juga ya heheheheh.... wes wes nur aku pamit... sebenare gak mau ninggalin kamu... enak sekali ngobrol sama kamu, podo podo koplake, jan cocok aku...wong bagus aku sering sering di panggil ya.. "
" ya..insaAllah "
" aku juga pamit kyai... tugas memindah sudah saya laksanakan.. alhamdulillah saya banyak naik langitnya semenjak jadi khodamnya kyai... senang sekali, dan terimakasih kyai..."
" aku yang berterimakasih..."
malaikat dan ruh itupun pamit pergi....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar