Pagi tadi, pas ngimami sholat kok ya perut sakit, sebenarnya sudah sejak pulang dari kudus, perut sakit terus...lalu ku deteksi ternyata ada santet berupa seperti ubur2 beracun, ternyata gak cuma aku, ku tanya yng ada di dekatku semua merasakan sakit. Bahkan badan semua linu, dan sakit semua, masing2 ku deteksi ada yng ada besinya, ada yang ada kawatnya, daripada repot ya mending ku tarik ruh dukun yang mengirim santetnya, dan ku suruh mengambil sendiri, sebab kalau ku ambil sendiri, dia main pasang santet permanen, di ambil, santet akan muncul lagi begitu seterusnya, jadi akan berulang.
Segera ku medium. Masuk medium dia lalu ketawa.
" hehehe ketangakap basah aku..." kata ruh dukun
" kamu yg kirim santet ini, di perutku?"
" iya... aku ngetes saja..."
" ooo ngetes, ayo di ambil santetmu..."
" iya ku ambil, jangan kawatir..."
" kamu kok nyantet aku, suruhan siapa?"
" aku, itu inisiatifku sendiri... aku tau kamu wktu di kudus duduk di depan jamaah.. jadi aku ingin nyoba ilmumu... aku sebenarnya sudah tau persis siapa dirimu...bahkan aku tau kamu biasa menarik ruh dukun, aku sebenrnya sudah membuay benteng pagar agar tak ketarik, ee kok ya tetap ketarik ruhku..."
" jadi ingin mengadu kekuatan denganku.."
" tidak.. tidak aku tak berani."
" nyatanya sudah menyantetku..."
" iya kalau di belakang aki berani, kalau berhadapan begini aku jelas kalah."
" ini ku tunjukkan kekuatanku... bagaimana "
" tidak... aku tak berani..."
" kan katamu mau nyoba diriku..."
" iya besok ku kirim santet lagi..."
" umurmu berapa.?"
" aku 33 tahun..."
" nah sekarang ku tambahi jadi 133 tahun... dg ijin Allah, jasad dan ruhmu menjadi 133 tahun."
" waduh... aku tak punya gigi... ini bagaimana?" Katanya dengan suara tua.
" ya itu kan hadiahku, aku menghadiahimu umur 100 tahun, apa itu aku gak baik, aku itu bloboh, luman, suka memberi, makanya kamu ku beri tambahan umur 100 tahu..."
" la ini bagaimana aku, aku jadi ndak punya gigi begini, bagaimana aku makan nanti..?"
" ya kamu kan bisa makan bubur, cukup di emut saja... jadi biar para penjual bubur laku, kalau bamyak dukun santet jadi tua semua.., kamu asalnya dari mana ?"
" aku asalnya dari tangerang... tapi sering ke daerah undaan kudus karena aku punya dukun santt di sana..., yang bikin semua muridmu sakit dan yang membikin mereka ngantuk semua itu aku hahahha hebat kan aku.."
" hebat apanya, wong jadi jompo gitu.."
" ini kamu tak adil, masak aku di bikin tua begini... aku ini masih penganten baru... kalau di bikin tua begini... waduh barangku jari keriput begini, aku aku... tak bisa nanti tidur dengan istriku..."
" itu urusanmu..."
" aku di balikin jadi muda lagi .."
" siapa gurumu... "
" orang lambangan... undaan."
Ku tarik ruh gurunya.
" ini muridmu...?"
" guru.. waduh.. guruku juga bisa kamu tarik ruhnya.. guru tolong aku, aku jadi tua begini guru... "
" ya.. ya... ku tolong..."
Gurunya mulai mengeluarkan ilmu, tapi tak mampu mengembalikan muridnya menjadi muda.
" Bagaimana ini guru..."
"Aku tak bisa berbuat apa2, biar aku lawan kyainya"
" jangan guru dia sakti... "
" he umurmu berapa?" Tanyaku ke gurunya.
" aku 40 tahun.." jawab gurunya.
" nah aku hadiahi umur 100 tahun... jadi umurmu 140 tahun..."
" waduuuooh aku jadi ikutan tua begini.... bagaimana ini...gigiku tak ada semua.."
" masih mending kamu ku bikin tua, jadi gak aku bunuh..."
" aku jadi tua begini... lalu bagaimana aku makan nanti.."
" ya makan bubur kan bisa..."
" aku tak suka bubur..,"
" kan bisa makan bubur promina..."
" aku tak suka BUBUR bayi.."
" itu urusanmu, suka mau tidak.."
" ya tidak... kembalikan aku jadi muda lagi."
" bagaimana kalau ku jadikan jadi bayi saja...?"
" wah kamu tega sekali.."
" ya tega mana sama kamu, kamu menyantetku dan para muridku..."
" itu cuma latihan..."
" aku kan juga boleh latihan... aku itu lagi latihan ilmu menjadikan orang jadi tua... ruhmu dan jasadmu, kalau jasadmu nanti belum tua sebagaimana ku harapkan, aku akan memperbaiki ilmu baru ini... sudah tenanga jadi tua kan lebih enak jadi gak neko2."
" walah apes apes... guru... aku bagaimana ini..aku kan penganten baru. Barangku jadi mengkerut begini... jadi jelek..ini salah guru kenapa menyuruhku membuat latihan ilmu pada kyai nur ini... apes aku.., apes...guru tolong aku"
" tolong bagaimana, aku malah lebih tua... waduh semua badanku lemes linu.. barangku juga lebih kisut... "
" sudah kalian ku kembalikan ke tubuh kalian..."
Lalu keduanya ruh dukun itu ku kembalikan pada jasadnya.
Blogger Pelajar
Rabu, 02 April 2014
kyai Nur 6 : Dialog Dengan Sunan Kudus dan Sunan Muria
Assalamualaikum wr. wb.
sekedar cerita, cerita ini boleh percaya boleh tidak, namanya juga dialog. soal kejadian nyatanya juga tak ada, sebagaimana kerajaan majapahit itu ada atau tidak, sebagaimana orang yang bernama ken arok itu ada apa nggak, kita tidak wajib percaya sebagai orang islam, karena bukan salah satu RUKUN IMAN, juga dialog saya ini bukan bagian dari RUKUN IMAN, jadi boleh percaya juga boleh tidak percaya,
Dialog dengan sunan kudus di makam sunan kudus.
" assalamualaikum ngger... lama ku tunggu akhirnya datang juga..." kata sunan kudus di mediator.
" benar ini syayed ja'far sodiq sunan kudus ?" tanyaku.
" benar aku ruh idhofinya sunan kudus ngger...bagaimana kabarmu ngger...?"
" alhamdulillah baik, berkat doa restu sunan kudus aku sehat."
" begini ngger... sekarang kan kamu mengurusi tak hanya manusia, tapi jin, juga siluman, jadi kamu jelas akan di musuhi dari mana mana... aku dulu panglima demak, jadi aku punya setrategi untukmenghadapi musuh, wong kamu sudah datang kesini, jadi aku akan memberimu ilmu tehnik mengatur siasat perang, apalagi pengaturan strategi sekarang ada di tanganmu... bagaimana ngger apa kamu mau.."
" ya saya menerima saja kalau sunan kudus mau meberikannya.."
" ya tapi ini jangan di ajarkan untuk muridmu, ini hanya untukmu sendiri..."
" ya kanjeng sunan saya akan pakai untuk diri saya sendiri.."
lalu ilmu di wedar dari batin ke batin....
" bagaimana ngger sudah...?"
" wah ini repot juga..."
" repot bagaimana ngger ?"
" saya itu kan ndak boleh melihat gaib sama Allah.."
" lhoh bukannya malaikat jibril hari jum'at kemaren menemuimu, mentalkinmu dan memberi pembuka mata batin ?"
" iya itu hanya keperluan mendesak saja kanjeng sunan."
" wah kalau begitu ya repot juga ngger.... begini saja kamu ku beri khodam itu kyai muhammad slamet... untuk ilmu halimunan.."
" itu jin atau malaikat kanjeng sunan.."
" ya malaikat lah ngger..."
" kok namanya slamet...?"
" hehehhe iya.. namanya muhammad slamet, itu dulu pemberian kakekmu sunan giri, kepadaku... ya ndak salah kalau sekarang ku berikan kepada anak cucunya..."
" terimakasih kanjeng sunan.."
" dari awal kamu masuk makam dia kan sudah menyambutmu, dan mengikutimu terus, dia senang sekali ku berikan padamu... bagaimana ngger..?"
" ya saya bagaimana baiknya saja menurut kanjeng sunan.."
" heheheh kamu itu kok ya merendah saja... setelah pertemuan kita yang pertama, aku malah naik langitku kok...aku masih di bawahmu... bagaimana kamu kok malah yang terserah padaku, kamu sekarang yang jadi jendralnya... aku yang malah harus mendukungmu .."
" walah kanjeng sunan ini kok ya menyanjungku, sudah tau kalau aku ini tong kosong..."
" jangan merendah begitu ..."
" kanjeng sunan kan bisa melihatku, melihat hatiku, apa aku ini merendah, itu memang kenyataan kok aku tak merendah, memang aku ini cuma bumbung kosong..."
" bumbung kosong kan juga kalau di pukul, orang akan berkumpul...wah.. wah...aku jadi malu....denganmu ngger.."
" kanjeng sunan ini bisa saja..."
akhirnya beliau minta diri untuk melanjutkan tugasnya...
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DIALOG dengan sunan muria.
pergi ke gunung muria, baru sekali ini saya pergi ke gunung muria, gak nyangka tinggi sekali ternyata, waktu naik juga harus pakai ojeg, wah kenceng ojegnya, sampai merinding kalau kecelakaan heheheh....
sampai di atas ternyata ramai sekali, gak nyangka kalau seramai itu, kayak tempat wisata.
masuk harus antrian lama sekali.. hm mau masuk sudah banyak jin yang mencoba menahanku dengan mendekati kakiku, dan anehnya semua jin fasih, heran juga banyak jin fasik di area makam, ada apa ini?
alhamdulillah setelah hampir sejam antri, akhirnya bisa masuk area makam, biasa aku mengajak para muridku menyendiri, mencari tempat untuk memanggil sunan muria.
baru ku panggil sebentar sudah masuk ke mediator, seseorang dalam keadaan lusuh, dan tersiksa, menangis sesenggukan.
" siapa ini.?" tanyaku.
" aku nur, umar said sunan muria..." jawabnya sambil menangis...
" kenapa menangis..."
" nur... apa kamu tak tau keadaanku ini... kamu lihat aku ini... lihat aku di siksa begini... kamu yang bisa menolong nur.. aku sudah lamaa sekali menunggumu.. lama sekali, setiap kali kamu melewati kudus, aku mencegatmu di jalan, berharap kamu akan mampir ke tempatku... huuuu. huuuu... tolong aku tolong nur... kamu yang bisa menolong, orang orang itu hanya memanfaatkanku, sampai aku tersiksa begini, aku di cambuki malaikat... nur ..nur... bagaimana ini nasibku...."
aku jadi ikut menangis....
" nur... tolong aku, kamu kan bisa... hanya kamu harapanku saat ini, yang bisa menembus alam ruh... dan bisa ku harapkan menolongku, karena kamu masih di dunia, kalau perlu robohkan saja tempatku ini... aku di siksa karena tempatku di pakai orang meminta kekayaan, kesenangan nafsu, di pakai maksiat huuu... huuu... ampuni aku ya Allah... dan jin fasik yang memberi ijabah pada orang itu semua,...."
" wah kalau aku menghancurkan tempat ini , ya aku ndak punya kuasa .."
" ya bagaimana jalan keluarnya ?"
" hm bagaimana ya.... apa sunan muria ndak pernah masuk ke mimpi para juru kunci itu.."
" waaaah itu tak berefek sama sekali nur, mereka juga memanfaatkan tempatku ini... lihat mereka menarik uang ini itu untuk memperkaya diri..."
" hm bagaimana ya solusinya ?"
" ini dulu nur, para jin fasiknya mbok kamu bersihkan..."
" ya... ya...."
aku lalu mengeluarkan cakra, ku lepas untuk memberantas semua jin fasik, alhamdulillah pernah dapat cakra untuk menembus bumi dari syaikh siti jenar, sehingga ketika jin fasik menembus bumi dapat ku kejar, dan habis ludes.
" terimakasih nur... alhamdulillah agak lapang rasanya... huu..huuuu... beratus tahun, aku baru tertolong sekarang... malaikat saja tak ada yang mau kesini... karena makamku di kuasai jin fasik dan di manfaatkan mereka, ya nanti akan aku usahakan ku kirim murid jinku untuk mengendalikan tempat ini... oh ya sunan muria sekarang langitnya berapa?"
" tingkatan langitku ambrol nur.. aku ndak punya tingkatan sama sekali.."
" ya sudah ku mintakan syafaatnya rosululloh..."
" wah terimakasih nur.... terimakasih... subhanallah, aku naik ke langit 53 ?"
" iya biar kumpul sama wali yang lain, biar aku mudah mengkoordinasi.."
" aku dengan apa membalasnya nur...?"
" doakan saja saya....."
" pasti nur, aku doakan kamu...huuuu huuuu.... aku terharu sekali, aku menangis sekarang bukan karena sedih, aku menangis senang nur,senang sekali, memang kamu orang pilihannya Allah... ndak salah berbagai darah mengalir ke tubuhmu..."
" walah aku ini cuma kaleng kosong... yang saya harapkan doa para auliya untukku, .."
" aku akan selalu mendoakan dan mendukungmu nur.."
" alhamdulillah aku bertemu denganmu, sudah lamaaa sekali aku menunggumu, berulang kali aku di tepi jalan menunggumu, melambaikan tangan padamu, mungkin aku ini pakaianku lusuh, kamu tak perduli huuu,,,huuu."
" ealah, aku ini ndak boleh melihat gaib sama Allah, bukan aku tak perduli sama sunan muria....la aku ini tak melihat..."
" ooo begitu rupanya, wah aku memang sudah berburuk sangka.... maafkan aku nur..huuu huu."
" sudah sudah jangan nangis, sekarang jadi muda, semangat, ayo dukung perjuanganku... " semangatku pada sunan muria.
dia yang awalnya membungkuk bangkit dan tegak...
" hm aku kok bisa jadi muda begini.... ilmu apa yang kamu pakai, jangan jangan ini cuma tipuan..."
" tidak itu tak tipuan...."
" wah jadi muda dan bersemangat lagi aku..., sudah nur aku pamit, aku mau ke atas ... ketemu dengan sunan ampel dan sunan giri.."
" ya silahkan..."
setelah mengucap salam , sunan muria pun pergi.
dan aku di lihat oleh juru kunci dengan tatapan aneh, tak tau apa di pikiran mereka.. di pikiranku lebih berkecamuk, bagaimana caranya aku mencari solusi soal gunung muria ini..
segera turun dari gunung muria, jalan kaki melewati undakan... lelah... tapi perjalanan masih berlanjut ke mbah mutamakin.. kayen, dan ke syaikh saridin syaikh jangkung.
____________________________________________________________________________________________________
perjalanan lancar sampai ke mbah mutamakin kayen.... kami melakukan sholat dzuhur dulu, lalu masuk ke area makam, dan memanggil mbah mutamakin.
" wes tekan to cah bagus... tak enteni kaet mau....tak delok kok rame rane podo dzikir nek mushola iki sopo, kok adem dadine panggonanku, tibake cah bagu.... nur.... nur.. wes tak enteni Assalamualaikum...wr. wb."
" waalaikum salam... wr. wb. bagaimana kabarnya mbah..?"
" alhamdulillah sehat nur... ( bicara sama mbah mutamakin, semua hampir memakai bahasa jawa.. tapi akan ku tulis dengan bahasa indonesia.)"
" ini kamu kesini pertama kali ya nur..?"
" iya mbah... ini ruh aslinya mbah mutamakin atau ruh biasa atau hanya khodam."
" aku ruh idhofinya nur..."
" maaf mbah kalau saya bertanya begitu, soale mbah sendiri tau saya banyak yang menyusup.."
" iya aku tau nur..."
" aku kok seneng sekali melihatmu nur... adem rasanya... aku tak memegang tanganmu ya nur.."
" ya silahkan...mbah."
" wah ademe... syafaate rosululloh... subhanallah... subhanallah... lama tak merasakan yang seperti ini...." mbah mutamakin meneteskan air mata. " nur kamu sudah datang kesini cah bagus, apa yang ingin kamu minta dariku...?, tadi kan ke sunan kudus, di beri apa ?"
" saya di beri khodam kyai muhammad slamet...apa itu dari malaikat atau jin ? ini di taruh di jari saya."
" ooo kyai slamet malaikat to nur... we ladalah, aku kalau ndak memberimu jadi malu, mau memberi juga malu, sebentar tak lihatnya di tubuhmu ini yang belum ada apa..." mbah mutamakin lama terdiam.... " wah semua kok ya sudah ada... heheheh bingung aku, kyai slamet itu untuk panglimuan, ini sekarang ku beri khodam untuk jalan cepat, seperti terbang...mau kamu nur ?"
" apa saja ya saya mau saja mbah... kemaren kan sudah mbah mutamakin hafalan al-qur'an yang mbah mutamakin masukkan ke dada saya..... sekarang sudah mau di beri lagi.."
" ya kalau kamu mau, ini ku berikan..."
maka transfer khodam terjadi , lalu setelah selesai....
" tadi saya ke tempat sunan muria..."
mbah mutamakin terdiam...
" ya kasihan dia, untung kamu ke sana, kasihan dia di siksa terus..."
" ya... itu solusinya bagaimana menurut mbah mutamakin ?"
" ya itu makamnya harus di pindah... kamu kan bisa to nur..."
" wah saya harus bongkar makamnya , nanti saya di tangkap polisi lah mbah.."
" ya bukan begitu, kan bisa di pindah dengan gaib to, ...itu mudah lah bagimu... kamu ilmumu juga sudah berlebih kalau hanya memindah makam begitu, jadi isi makamnya nanti kosong.."
" ya.. ya...akan saya coba.."
" nur aku mau pamit dulu, soale masih banyak tugas, sebenarnya ingin bicara banyak denganmu..."
" mbah saya boleh memindahkan mbah mutamakin ke langit 53 ?"
" walah apa saya pantas, aku langitnya masih rendah sekali... apa boleh seperti itu kok main pindah saja seenaknya... "
" ya saya kan hanya minta pada Allah..."
" ooo begitu..."
aku berdoa sebentar pada Allah agar mbah mutamakin pindah ke langit 53,
" walah rasanya pindah seperti ini, melayang.... walah kok bisa ya... aku jadi malu... subhanallah langitmu jauh sekali dariku... subhanallah, anak semuda dirimu... langitnya tinggi begitu.. wah aku jadi malu memberikan ilmu padamu nur... malu aku...eh ternyata.. subhanallah "
" wah mbah ... mbah saya itu cuma tong kosong...."
" tong kosong apa... tak mengira... pantesan kamu lain... wah aku jadi malu.."
" mbah jangan begitu lah mbah... aku jadi ndak enak... mbah mutamakin kan idolaku..."
" soyo isin aku nur...aku pamit dulu, terimakasih ya dzuriahnya rosululloh..... "
" sama sama mbah...."
lalu mbah mutamakin pergi setelah mengucap salam...
_________________________________________________________________________________________________
melanjutkan perjalanan ke syaikh jangkung, setelah menempuh perjalann jauh, wktu asar pun kami sampai di makam syaikh jangkung, setelah nitip sandal kami masuk makam, dan mencari tempat yang mudah untuk memanggil syaikh jangkung. lama juga ku panggil tapi tak juga masuk... heran juga.
" weh.. weh wong buaguse wes teko... nur...nur ... nganti semuten aku ngenteni kue tekan nggonaku...Assalamualaikum.." syaikh jangkung dengan gaya kocaknya. ( dialog dengan syaikh jangkun juga menggunakan kata-kata bahasa jawa ngoko..)"
" waalaikum salam...kok lama kemana saja, apa sehat..?"
" alhamdulillah sehat nur... piye kabare wong bagus iki...heheheh la iya aku ini lo nur... masak mau masuk ke rumahku sendiri tadi di hadang sama jin fasik.. opo ra aneh itu."
" alhamdulillah, aku juga sehat mbah... wah perlu di tumpes itu para jin fasik....." aku mengeluarkan cakra lalu ke lepas menumpas mereka.
" walah kalau ini namanya perbersihan heheheh pada kabur, terpotong semua... "
" iya masak makam-makam ini pada di manfaatkan oleh orang untuk niat yang tak benar.."
" iya nur...dunia sudah rusak begini.."
" saya tadi juga ke makam sunan muria, wah kasihan beliau gara-gara makamnya di pakai gak benar, beliau malah di siksa.."
" heh.. sunan muria itu bapakku...jangan keras keras nanti ketahuan orang..." bisik saridin.
" wah itu mana ada orang yang perduli wong itu jaman silam..."
" eee jangan begitu, nanti ketahuan sunan kudus..."
" memang kenapa heheheh malah akan kau kasih tau heheheh "
" we ladalah... jangaaan... itu rahasia.."
" bagaimana ceritanya kok bisa saridin itu anaknya sunan muria..?"
" itu dulu..." dia berbisik kayak takut ketahuan orang saja..." itu dulu ceritanya sunan kudus menikahi perempuan dan tak di ketahui umum... dan lahir aku... makanya hidupku gak ketahuan aku ini siapa bapakku, tapi syaikh malaya tau... makanya aku di didik sama syaikh malaya, syaikh malaya itu sunan kali..."
" ooo begitu ceritanya... awas jangan kamu bilang ke sunan kudus, "
" heheheh itu kan sudah lamaa... sunan kudus tau juga tak papa.."
" eee aku nanti di marahi... lawong sunan kudus itu tak suka padaku , karena ilmuku itu lebih tinggi.. karena didikan sunan kalijaga.."
" begitu rupanya ceritanya.. lalu kok sampean itu di panggil sebagai syaikh jangkung ?"
" itu karena aku jangkungi.. .. apa kamu tadi sudah ke pangeran atas angin, "
" ya aku ndak kemana-mana, makam sampean saja baru tau sekarang."
" kan banyak para wali Allah yang ku jangkungi, apa perlu ku tulis daftare, mereka pasti senang kamu datang.."
" walah nanti waktuku habis untuk jalan-jalan, kapan=kapan saja..."
" yo wes nek ngunu.. leh itu bagaimana ayahku, mbok kamu tulungi... itu ya dia sendiri sih salahnya masa lalu, malah sukanya nyari uang saja... kamu jangan suka mencari uang saja nur... eh iya juga kalau ndak punya uang juga gak akan bisa ke tempatku hehehheh , ya itu bagaimana ayahku nur.... kamu tolong..."
" bagaimana menurute sampean cara aku menolong... ya tadi sudah ku mintakan ampun sama Allah..dan alhamdulillah sudah tidak di siksa, tapi kalau tempatnya di datangi orang seperti sekarang ini, ya sama dia akan di siksa, itu dengar..." telunjukku menunjuk orang ngaji di samping makam..." sampai tidak ke sampean doa mereka..?"
" apanya yang sampai ?"
" ya kan mereka mendoakan sampean.."
" ealah ndak ada yang nyampai,mereka bukan mendoakanku, tapi berdoa untuk mereka sendiri... koplak kabeh, mendiang aku memegang kulitmu begini sudah ku rasakan heheheh,,, hm uademe ..."
" ya itu bagaimana menurute sampean soal sunan muria?, apa aku pindah makamnya ?"
" apa kamu bisa nur..?"
" ya kan tinggal nyuruh malaikat.."
" walah kamu memange bisa byuruh nyuruh malaikat ?"
" sebentar ku panggilkan..." lalu ku panggil abdussomad khodam surat ikhlas..
" assalamualaikum wr. wb. kyai... saya abdussomad menghadap." kami menjawab salam serempak.
" we ladalah, lakok guampang begitu kamu manggil malaikat, ilmunya itu di berikan padaku..."
" itu bukan ilmu, itu ijin dari Allah..."
" walah sakti benar kamu..."
" andussomad, kamu bisa memindah jasad sunan muria ?"
" bisa kyai... mau di pindah kemana...?"
" ini di pindah kemana ?" tanyaku pada syaikh jangkung.
" itu di sebelahku saja..."
" sebenarnya untuk apa kyai memerintah memindah jasad sunan muria ?" tanya abdussomad khodam surat ikhlas
" itu kan tempat sunan muria di pakai seperti itu, orang pada minta tak benar." jelasku
" ya saya akan pindahkan..." jawab abdussomad... "sudah kyai sudah ada di samping makam syaikh jangkung...walah kok namanya syaikh jangkung... nama yang lucu, orangnya tinggi, kurus, jadi di panggil syaikh jangkung heheheh lucu sekali."
" we ladalah kok malaikat ya menghina, itu nama syaikh jangkung aku menjangkungi buka karena aku tinggi kurus jelak."
" iya menjangkung jangkung, kalau jalan mental mentul..."
" walah malaikat kok ya koplak ngene... maksudnya itu aku menjangkungi wilayah... angel tenan nerangne malaikat gak pernah sekolah hehehheh."
" sudah sudah... ini bagaimana solusinya biar tempatnya sana tidak di datangi para orang yang berniat buruk."
" di sini juga sama kyai, orang yang datang juga banyak yang berniat buruk.." kata abdussomad.
" ya di sini belum separah di sana... " jelas syaikh jangkung.
" bagaimana kalau di sana ku kirim jin ?" kataku
" wah apa kamu juga bisa memerintah jin ?" kata syaikh jangkung.
" bisa..."
ku panggil jin yang ikut denganku mengiringku, ada beberapa trilyun, ku suruh masuk ke mediator.
" walah lakok gampang begitu memanggil jin, yang datang sampai penuh ini tempat... apa ilmunya itu nur, aku mbok ya di beri..."
" itu bukan ilmu... itu aku asal-asalan..."
" wah pelit kamu denganku..."
" gak pelit... sebentar ku perintahnya jinnya."
" ada perintah dan tugas apa kyai, kami siap melaksanakan..."
" ada berapa ribu kalian yang ikut di belakang rombonganku ?"
" ada ratusan trilyun kyai..."
" nah kalian ku tugaskan untuk ke gunung muria, kalau di sana ada jin fasik, berantas habis, dan rasuki orang itu di atas gunung, biar pada takut, biar gunung muria tak di salah gunakan."
" di lempar-lemparkan saja ke jurang ." celetuk saridin
" ya gak boleh begitu..."
" aku gemes je kyai..." jawab saridin seenaknya " ayahku di siksa selama ini..."
" sudah di rasuki saja, nanti kalau di sana banyak kerasukan nanti akan takut. dan tak akan berbuat yang tak benar."
" ya kami siap kyai... berangkat sekarang ?" kata jin yang di mediator.
" ya berangkat sekarang."
" jadi kami putar balik ya kyai...?"
" ya putar balik..."
lalu jin itu pada berangkat.
" wah malaikat bisa di perintah, jin bisa di perintah... wah aku di beri ilmunya "
" ilmu apa ?, aku itu ndak punya ilmu apa-apa... itu pas kebetulan saja...kebetulan aku ini raja jin, dan kenbetulan Allah mmberi ijin aku memanggil malaikat, dan kebetulan aku ini juga penguasa kayangan.."
" walah wes wes... ee ee ngomong soal kayangan aku mau minta satu bidadari boleh gak... "
" untuk apa ?" sela abdussomad.
" walah malaikat kok ya koplak tenan, ya bidadari untuk di nikah..."
" bukannya di surga sudah ada bidadari ?, "
" mereka itu tidak bisa beranak nur..."
" maksudnya ?"
" maksudnya mereka bidadari surga itu ndak bisa beranak... tak bisa punya anak, la habis di kumpuli jadi perawan lagi.."
" wah kalau bidadari kayangan apa kayak begitu ?, wah repot dan lelah kalau tiap hari harus jebol perawan, kan aku ada jodoh dari sana, nanti jadi sibuk sendiri jebol perawan tiap hari...."
" wah kalau itu aku ndak tau... makanya aku kamu kasih satu..."
" ya ndak bisa, itu harus ada turunan dari sana, pak kyai kan ada turunan dari sana... dan titisan sana... jadi bisa kalau syaikh jangkung ya tak bisa..." sela abdussomad.
" wah apes apes.. gak kebagian aku ini..."
" la sampean nikah lagi sudah meninggal juga untuk apa ?"
" iya juga ya heheheheh.... wes wes nur aku pamit... sebenare gak mau ninggalin kamu... enak sekali ngobrol sama kamu, podo podo koplake, jan cocok aku...wong bagus aku sering sering di panggil ya.. "
" ya..insaAllah "
" aku juga pamit kyai... tugas memindah sudah saya laksanakan.. alhamdulillah saya banyak naik langitnya semenjak jadi khodamnya kyai... senang sekali, dan terimakasih kyai..."
" aku yang berterimakasih..."
malaikat dan ruh itupun pamit pergi....
sekedar cerita, cerita ini boleh percaya boleh tidak, namanya juga dialog. soal kejadian nyatanya juga tak ada, sebagaimana kerajaan majapahit itu ada atau tidak, sebagaimana orang yang bernama ken arok itu ada apa nggak, kita tidak wajib percaya sebagai orang islam, karena bukan salah satu RUKUN IMAN, juga dialog saya ini bukan bagian dari RUKUN IMAN, jadi boleh percaya juga boleh tidak percaya,
Dialog dengan sunan kudus di makam sunan kudus.
" assalamualaikum ngger... lama ku tunggu akhirnya datang juga..." kata sunan kudus di mediator.
" benar ini syayed ja'far sodiq sunan kudus ?" tanyaku.
" benar aku ruh idhofinya sunan kudus ngger...bagaimana kabarmu ngger...?"
" alhamdulillah baik, berkat doa restu sunan kudus aku sehat."
" begini ngger... sekarang kan kamu mengurusi tak hanya manusia, tapi jin, juga siluman, jadi kamu jelas akan di musuhi dari mana mana... aku dulu panglima demak, jadi aku punya setrategi untukmenghadapi musuh, wong kamu sudah datang kesini, jadi aku akan memberimu ilmu tehnik mengatur siasat perang, apalagi pengaturan strategi sekarang ada di tanganmu... bagaimana ngger apa kamu mau.."
" ya saya menerima saja kalau sunan kudus mau meberikannya.."
" ya tapi ini jangan di ajarkan untuk muridmu, ini hanya untukmu sendiri..."
" ya kanjeng sunan saya akan pakai untuk diri saya sendiri.."
lalu ilmu di wedar dari batin ke batin....
" bagaimana ngger sudah...?"
" wah ini repot juga..."
" repot bagaimana ngger ?"
" saya itu kan ndak boleh melihat gaib sama Allah.."
" lhoh bukannya malaikat jibril hari jum'at kemaren menemuimu, mentalkinmu dan memberi pembuka mata batin ?"
" iya itu hanya keperluan mendesak saja kanjeng sunan."
" wah kalau begitu ya repot juga ngger.... begini saja kamu ku beri khodam itu kyai muhammad slamet... untuk ilmu halimunan.."
" itu jin atau malaikat kanjeng sunan.."
" ya malaikat lah ngger..."
" kok namanya slamet...?"
" hehehhe iya.. namanya muhammad slamet, itu dulu pemberian kakekmu sunan giri, kepadaku... ya ndak salah kalau sekarang ku berikan kepada anak cucunya..."
" terimakasih kanjeng sunan.."
" dari awal kamu masuk makam dia kan sudah menyambutmu, dan mengikutimu terus, dia senang sekali ku berikan padamu... bagaimana ngger..?"
" ya saya bagaimana baiknya saja menurut kanjeng sunan.."
" heheheh kamu itu kok ya merendah saja... setelah pertemuan kita yang pertama, aku malah naik langitku kok...aku masih di bawahmu... bagaimana kamu kok malah yang terserah padaku, kamu sekarang yang jadi jendralnya... aku yang malah harus mendukungmu .."
" walah kanjeng sunan ini kok ya menyanjungku, sudah tau kalau aku ini tong kosong..."
" jangan merendah begitu ..."
" kanjeng sunan kan bisa melihatku, melihat hatiku, apa aku ini merendah, itu memang kenyataan kok aku tak merendah, memang aku ini cuma bumbung kosong..."
" bumbung kosong kan juga kalau di pukul, orang akan berkumpul...wah.. wah...aku jadi malu....denganmu ngger.."
" kanjeng sunan ini bisa saja..."
akhirnya beliau minta diri untuk melanjutkan tugasnya...
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
DIALOG dengan sunan muria.
pergi ke gunung muria, baru sekali ini saya pergi ke gunung muria, gak nyangka tinggi sekali ternyata, waktu naik juga harus pakai ojeg, wah kenceng ojegnya, sampai merinding kalau kecelakaan heheheh....
sampai di atas ternyata ramai sekali, gak nyangka kalau seramai itu, kayak tempat wisata.
masuk harus antrian lama sekali.. hm mau masuk sudah banyak jin yang mencoba menahanku dengan mendekati kakiku, dan anehnya semua jin fasih, heran juga banyak jin fasik di area makam, ada apa ini?
alhamdulillah setelah hampir sejam antri, akhirnya bisa masuk area makam, biasa aku mengajak para muridku menyendiri, mencari tempat untuk memanggil sunan muria.
baru ku panggil sebentar sudah masuk ke mediator, seseorang dalam keadaan lusuh, dan tersiksa, menangis sesenggukan.
" siapa ini.?" tanyaku.
" aku nur, umar said sunan muria..." jawabnya sambil menangis...
" kenapa menangis..."
" nur... apa kamu tak tau keadaanku ini... kamu lihat aku ini... lihat aku di siksa begini... kamu yang bisa menolong nur.. aku sudah lamaa sekali menunggumu.. lama sekali, setiap kali kamu melewati kudus, aku mencegatmu di jalan, berharap kamu akan mampir ke tempatku... huuuu. huuuu... tolong aku tolong nur... kamu yang bisa menolong, orang orang itu hanya memanfaatkanku, sampai aku tersiksa begini, aku di cambuki malaikat... nur ..nur... bagaimana ini nasibku...."
aku jadi ikut menangis....
" nur... tolong aku, kamu kan bisa... hanya kamu harapanku saat ini, yang bisa menembus alam ruh... dan bisa ku harapkan menolongku, karena kamu masih di dunia, kalau perlu robohkan saja tempatku ini... aku di siksa karena tempatku di pakai orang meminta kekayaan, kesenangan nafsu, di pakai maksiat huuu... huuu... ampuni aku ya Allah... dan jin fasik yang memberi ijabah pada orang itu semua,...."
" wah kalau aku menghancurkan tempat ini , ya aku ndak punya kuasa .."
" ya bagaimana jalan keluarnya ?"
" hm bagaimana ya.... apa sunan muria ndak pernah masuk ke mimpi para juru kunci itu.."
" waaaah itu tak berefek sama sekali nur, mereka juga memanfaatkan tempatku ini... lihat mereka menarik uang ini itu untuk memperkaya diri..."
" hm bagaimana ya solusinya ?"
" ini dulu nur, para jin fasiknya mbok kamu bersihkan..."
" ya... ya...."
aku lalu mengeluarkan cakra, ku lepas untuk memberantas semua jin fasik, alhamdulillah pernah dapat cakra untuk menembus bumi dari syaikh siti jenar, sehingga ketika jin fasik menembus bumi dapat ku kejar, dan habis ludes.
" terimakasih nur... alhamdulillah agak lapang rasanya... huu..huuuu... beratus tahun, aku baru tertolong sekarang... malaikat saja tak ada yang mau kesini... karena makamku di kuasai jin fasik dan di manfaatkan mereka, ya nanti akan aku usahakan ku kirim murid jinku untuk mengendalikan tempat ini... oh ya sunan muria sekarang langitnya berapa?"
" tingkatan langitku ambrol nur.. aku ndak punya tingkatan sama sekali.."
" ya sudah ku mintakan syafaatnya rosululloh..."
" wah terimakasih nur.... terimakasih... subhanallah, aku naik ke langit 53 ?"
" iya biar kumpul sama wali yang lain, biar aku mudah mengkoordinasi.."
" aku dengan apa membalasnya nur...?"
" doakan saja saya....."
" pasti nur, aku doakan kamu...huuuu huuuu.... aku terharu sekali, aku menangis sekarang bukan karena sedih, aku menangis senang nur,senang sekali, memang kamu orang pilihannya Allah... ndak salah berbagai darah mengalir ke tubuhmu..."
" walah aku ini cuma kaleng kosong... yang saya harapkan doa para auliya untukku, .."
" aku akan selalu mendoakan dan mendukungmu nur.."
" alhamdulillah aku bertemu denganmu, sudah lamaaa sekali aku menunggumu, berulang kali aku di tepi jalan menunggumu, melambaikan tangan padamu, mungkin aku ini pakaianku lusuh, kamu tak perduli huuu,,,huuu."
" ealah, aku ini ndak boleh melihat gaib sama Allah, bukan aku tak perduli sama sunan muria....la aku ini tak melihat..."
" ooo begitu rupanya, wah aku memang sudah berburuk sangka.... maafkan aku nur..huuu huu."
" sudah sudah jangan nangis, sekarang jadi muda, semangat, ayo dukung perjuanganku... " semangatku pada sunan muria.
dia yang awalnya membungkuk bangkit dan tegak...
" hm aku kok bisa jadi muda begini.... ilmu apa yang kamu pakai, jangan jangan ini cuma tipuan..."
" tidak itu tak tipuan...."
" wah jadi muda dan bersemangat lagi aku..., sudah nur aku pamit, aku mau ke atas ... ketemu dengan sunan ampel dan sunan giri.."
" ya silahkan..."
setelah mengucap salam , sunan muria pun pergi.
dan aku di lihat oleh juru kunci dengan tatapan aneh, tak tau apa di pikiran mereka.. di pikiranku lebih berkecamuk, bagaimana caranya aku mencari solusi soal gunung muria ini..
segera turun dari gunung muria, jalan kaki melewati undakan... lelah... tapi perjalanan masih berlanjut ke mbah mutamakin.. kayen, dan ke syaikh saridin syaikh jangkung.
____________________________________________________________________________________________________
perjalanan lancar sampai ke mbah mutamakin kayen.... kami melakukan sholat dzuhur dulu, lalu masuk ke area makam, dan memanggil mbah mutamakin.
" wes tekan to cah bagus... tak enteni kaet mau....tak delok kok rame rane podo dzikir nek mushola iki sopo, kok adem dadine panggonanku, tibake cah bagu.... nur.... nur.. wes tak enteni Assalamualaikum...wr. wb."
" waalaikum salam... wr. wb. bagaimana kabarnya mbah..?"
" alhamdulillah sehat nur... ( bicara sama mbah mutamakin, semua hampir memakai bahasa jawa.. tapi akan ku tulis dengan bahasa indonesia.)"
" ini kamu kesini pertama kali ya nur..?"
" iya mbah... ini ruh aslinya mbah mutamakin atau ruh biasa atau hanya khodam."
" aku ruh idhofinya nur..."
" maaf mbah kalau saya bertanya begitu, soale mbah sendiri tau saya banyak yang menyusup.."
" iya aku tau nur..."
" aku kok seneng sekali melihatmu nur... adem rasanya... aku tak memegang tanganmu ya nur.."
" ya silahkan...mbah."
" wah ademe... syafaate rosululloh... subhanallah... subhanallah... lama tak merasakan yang seperti ini...." mbah mutamakin meneteskan air mata. " nur kamu sudah datang kesini cah bagus, apa yang ingin kamu minta dariku...?, tadi kan ke sunan kudus, di beri apa ?"
" saya di beri khodam kyai muhammad slamet...apa itu dari malaikat atau jin ? ini di taruh di jari saya."
" ooo kyai slamet malaikat to nur... we ladalah, aku kalau ndak memberimu jadi malu, mau memberi juga malu, sebentar tak lihatnya di tubuhmu ini yang belum ada apa..." mbah mutamakin lama terdiam.... " wah semua kok ya sudah ada... heheheh bingung aku, kyai slamet itu untuk panglimuan, ini sekarang ku beri khodam untuk jalan cepat, seperti terbang...mau kamu nur ?"
" apa saja ya saya mau saja mbah... kemaren kan sudah mbah mutamakin hafalan al-qur'an yang mbah mutamakin masukkan ke dada saya..... sekarang sudah mau di beri lagi.."
" ya kalau kamu mau, ini ku berikan..."
maka transfer khodam terjadi , lalu setelah selesai....
" tadi saya ke tempat sunan muria..."
mbah mutamakin terdiam...
" ya kasihan dia, untung kamu ke sana, kasihan dia di siksa terus..."
" ya... itu solusinya bagaimana menurut mbah mutamakin ?"
" ya itu makamnya harus di pindah... kamu kan bisa to nur..."
" wah saya harus bongkar makamnya , nanti saya di tangkap polisi lah mbah.."
" ya bukan begitu, kan bisa di pindah dengan gaib to, ...itu mudah lah bagimu... kamu ilmumu juga sudah berlebih kalau hanya memindah makam begitu, jadi isi makamnya nanti kosong.."
" ya.. ya...akan saya coba.."
" nur aku mau pamit dulu, soale masih banyak tugas, sebenarnya ingin bicara banyak denganmu..."
" mbah saya boleh memindahkan mbah mutamakin ke langit 53 ?"
" walah apa saya pantas, aku langitnya masih rendah sekali... apa boleh seperti itu kok main pindah saja seenaknya... "
" ya saya kan hanya minta pada Allah..."
" ooo begitu..."
aku berdoa sebentar pada Allah agar mbah mutamakin pindah ke langit 53,
" walah rasanya pindah seperti ini, melayang.... walah kok bisa ya... aku jadi malu... subhanallah langitmu jauh sekali dariku... subhanallah, anak semuda dirimu... langitnya tinggi begitu.. wah aku jadi malu memberikan ilmu padamu nur... malu aku...eh ternyata.. subhanallah "
" wah mbah ... mbah saya itu cuma tong kosong...."
" tong kosong apa... tak mengira... pantesan kamu lain... wah aku jadi malu.."
" mbah jangan begitu lah mbah... aku jadi ndak enak... mbah mutamakin kan idolaku..."
" soyo isin aku nur...aku pamit dulu, terimakasih ya dzuriahnya rosululloh..... "
" sama sama mbah...."
lalu mbah mutamakin pergi setelah mengucap salam...
_________________________________________________________________________________________________
melanjutkan perjalanan ke syaikh jangkung, setelah menempuh perjalann jauh, wktu asar pun kami sampai di makam syaikh jangkung, setelah nitip sandal kami masuk makam, dan mencari tempat yang mudah untuk memanggil syaikh jangkung. lama juga ku panggil tapi tak juga masuk... heran juga.
" weh.. weh wong buaguse wes teko... nur...nur ... nganti semuten aku ngenteni kue tekan nggonaku...Assalamualaikum.." syaikh jangkung dengan gaya kocaknya. ( dialog dengan syaikh jangkun juga menggunakan kata-kata bahasa jawa ngoko..)"
" waalaikum salam...kok lama kemana saja, apa sehat..?"
" alhamdulillah sehat nur... piye kabare wong bagus iki...heheheh la iya aku ini lo nur... masak mau masuk ke rumahku sendiri tadi di hadang sama jin fasik.. opo ra aneh itu."
" alhamdulillah, aku juga sehat mbah... wah perlu di tumpes itu para jin fasik....." aku mengeluarkan cakra lalu ke lepas menumpas mereka.
" walah kalau ini namanya perbersihan heheheh pada kabur, terpotong semua... "
" iya masak makam-makam ini pada di manfaatkan oleh orang untuk niat yang tak benar.."
" iya nur...dunia sudah rusak begini.."
" saya tadi juga ke makam sunan muria, wah kasihan beliau gara-gara makamnya di pakai gak benar, beliau malah di siksa.."
" heh.. sunan muria itu bapakku...jangan keras keras nanti ketahuan orang..." bisik saridin.
" wah itu mana ada orang yang perduli wong itu jaman silam..."
" eee jangan begitu, nanti ketahuan sunan kudus..."
" memang kenapa heheheh malah akan kau kasih tau heheheh "
" we ladalah... jangaaan... itu rahasia.."
" bagaimana ceritanya kok bisa saridin itu anaknya sunan muria..?"
" itu dulu..." dia berbisik kayak takut ketahuan orang saja..." itu dulu ceritanya sunan kudus menikahi perempuan dan tak di ketahui umum... dan lahir aku... makanya hidupku gak ketahuan aku ini siapa bapakku, tapi syaikh malaya tau... makanya aku di didik sama syaikh malaya, syaikh malaya itu sunan kali..."
" ooo begitu ceritanya... awas jangan kamu bilang ke sunan kudus, "
" heheheh itu kan sudah lamaa... sunan kudus tau juga tak papa.."
" eee aku nanti di marahi... lawong sunan kudus itu tak suka padaku , karena ilmuku itu lebih tinggi.. karena didikan sunan kalijaga.."
" begitu rupanya ceritanya.. lalu kok sampean itu di panggil sebagai syaikh jangkung ?"
" itu karena aku jangkungi.. .. apa kamu tadi sudah ke pangeran atas angin, "
" ya aku ndak kemana-mana, makam sampean saja baru tau sekarang."
" kan banyak para wali Allah yang ku jangkungi, apa perlu ku tulis daftare, mereka pasti senang kamu datang.."
" walah nanti waktuku habis untuk jalan-jalan, kapan=kapan saja..."
" yo wes nek ngunu.. leh itu bagaimana ayahku, mbok kamu tulungi... itu ya dia sendiri sih salahnya masa lalu, malah sukanya nyari uang saja... kamu jangan suka mencari uang saja nur... eh iya juga kalau ndak punya uang juga gak akan bisa ke tempatku hehehheh , ya itu bagaimana ayahku nur.... kamu tolong..."
" bagaimana menurute sampean cara aku menolong... ya tadi sudah ku mintakan ampun sama Allah..dan alhamdulillah sudah tidak di siksa, tapi kalau tempatnya di datangi orang seperti sekarang ini, ya sama dia akan di siksa, itu dengar..." telunjukku menunjuk orang ngaji di samping makam..." sampai tidak ke sampean doa mereka..?"
" apanya yang sampai ?"
" ya kan mereka mendoakan sampean.."
" ealah ndak ada yang nyampai,mereka bukan mendoakanku, tapi berdoa untuk mereka sendiri... koplak kabeh, mendiang aku memegang kulitmu begini sudah ku rasakan heheheh,,, hm uademe ..."
" ya itu bagaimana menurute sampean soal sunan muria?, apa aku pindah makamnya ?"
" apa kamu bisa nur..?"
" ya kan tinggal nyuruh malaikat.."
" walah kamu memange bisa byuruh nyuruh malaikat ?"
" sebentar ku panggilkan..." lalu ku panggil abdussomad khodam surat ikhlas..
" assalamualaikum wr. wb. kyai... saya abdussomad menghadap." kami menjawab salam serempak.
" we ladalah, lakok guampang begitu kamu manggil malaikat, ilmunya itu di berikan padaku..."
" itu bukan ilmu, itu ijin dari Allah..."
" walah sakti benar kamu..."
" andussomad, kamu bisa memindah jasad sunan muria ?"
" bisa kyai... mau di pindah kemana...?"
" ini di pindah kemana ?" tanyaku pada syaikh jangkung.
" itu di sebelahku saja..."
" sebenarnya untuk apa kyai memerintah memindah jasad sunan muria ?" tanya abdussomad khodam surat ikhlas
" itu kan tempat sunan muria di pakai seperti itu, orang pada minta tak benar." jelasku
" ya saya akan pindahkan..." jawab abdussomad... "sudah kyai sudah ada di samping makam syaikh jangkung...walah kok namanya syaikh jangkung... nama yang lucu, orangnya tinggi, kurus, jadi di panggil syaikh jangkung heheheh lucu sekali."
" we ladalah kok malaikat ya menghina, itu nama syaikh jangkung aku menjangkungi buka karena aku tinggi kurus jelak."
" iya menjangkung jangkung, kalau jalan mental mentul..."
" walah malaikat kok ya koplak ngene... maksudnya itu aku menjangkungi wilayah... angel tenan nerangne malaikat gak pernah sekolah hehehheh."
" sudah sudah... ini bagaimana solusinya biar tempatnya sana tidak di datangi para orang yang berniat buruk."
" di sini juga sama kyai, orang yang datang juga banyak yang berniat buruk.." kata abdussomad.
" ya di sini belum separah di sana... " jelas syaikh jangkung.
" bagaimana kalau di sana ku kirim jin ?" kataku
" wah apa kamu juga bisa memerintah jin ?" kata syaikh jangkung.
" bisa..."
ku panggil jin yang ikut denganku mengiringku, ada beberapa trilyun, ku suruh masuk ke mediator.
" walah lakok gampang begitu memanggil jin, yang datang sampai penuh ini tempat... apa ilmunya itu nur, aku mbok ya di beri..."
" itu bukan ilmu... itu aku asal-asalan..."
" wah pelit kamu denganku..."
" gak pelit... sebentar ku perintahnya jinnya."
" ada perintah dan tugas apa kyai, kami siap melaksanakan..."
" ada berapa ribu kalian yang ikut di belakang rombonganku ?"
" ada ratusan trilyun kyai..."
" nah kalian ku tugaskan untuk ke gunung muria, kalau di sana ada jin fasik, berantas habis, dan rasuki orang itu di atas gunung, biar pada takut, biar gunung muria tak di salah gunakan."
" di lempar-lemparkan saja ke jurang ." celetuk saridin
" ya gak boleh begitu..."
" aku gemes je kyai..." jawab saridin seenaknya " ayahku di siksa selama ini..."
" sudah di rasuki saja, nanti kalau di sana banyak kerasukan nanti akan takut. dan tak akan berbuat yang tak benar."
" ya kami siap kyai... berangkat sekarang ?" kata jin yang di mediator.
" ya berangkat sekarang."
" jadi kami putar balik ya kyai...?"
" ya putar balik..."
lalu jin itu pada berangkat.
" wah malaikat bisa di perintah, jin bisa di perintah... wah aku di beri ilmunya "
" ilmu apa ?, aku itu ndak punya ilmu apa-apa... itu pas kebetulan saja...kebetulan aku ini raja jin, dan kenbetulan Allah mmberi ijin aku memanggil malaikat, dan kebetulan aku ini juga penguasa kayangan.."
" walah wes wes... ee ee ngomong soal kayangan aku mau minta satu bidadari boleh gak... "
" untuk apa ?" sela abdussomad.
" walah malaikat kok ya koplak tenan, ya bidadari untuk di nikah..."
" bukannya di surga sudah ada bidadari ?, "
" mereka itu tidak bisa beranak nur..."
" maksudnya ?"
" maksudnya mereka bidadari surga itu ndak bisa beranak... tak bisa punya anak, la habis di kumpuli jadi perawan lagi.."
" wah kalau bidadari kayangan apa kayak begitu ?, wah repot dan lelah kalau tiap hari harus jebol perawan, kan aku ada jodoh dari sana, nanti jadi sibuk sendiri jebol perawan tiap hari...."
" wah kalau itu aku ndak tau... makanya aku kamu kasih satu..."
" ya ndak bisa, itu harus ada turunan dari sana, pak kyai kan ada turunan dari sana... dan titisan sana... jadi bisa kalau syaikh jangkung ya tak bisa..." sela abdussomad.
" wah apes apes.. gak kebagian aku ini..."
" la sampean nikah lagi sudah meninggal juga untuk apa ?"
" iya juga ya heheheheh.... wes wes nur aku pamit... sebenare gak mau ninggalin kamu... enak sekali ngobrol sama kamu, podo podo koplake, jan cocok aku...wong bagus aku sering sering di panggil ya.. "
" ya..insaAllah "
" aku juga pamit kyai... tugas memindah sudah saya laksanakan.. alhamdulillah saya banyak naik langitnya semenjak jadi khodamnya kyai... senang sekali, dan terimakasih kyai..."
" aku yang berterimakasih..."
malaikat dan ruh itupun pamit pergi....
Kamis, 27 Maret 2014
PERJALANAN NABI SAW DARI MASJIDIL AQSHA waktu Mi'raj ke Sidratul Muntaha
Malaikat Jibril menyediakan tangga Mi'raj yang diambil dari surga. tangga Mi'raj itu di perbuat dari emas dan perak berlapis mutiara. Melalui tangga inilah dengan berkendaraan Buraq Nabi SAW, bersama Malaikat Jibril lalu naik ke langit pertama yaitu langit dunia.
Ketika Jibril as meminta agar dibukakan pintu, terdengar suara bertanya: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril as ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril as menjawab: Nabi Muhammad saw Jibril as ditanya lagi: Apakah Nabi Muhammad saw telah diutus? Jibril as menjawab: Ya, Dia telah diutus. Kemudian pintu langit pun terbuka, Nabi Muhammad saw bersama Jibril segera masuk ke langit pertama.
DI LANGIT PERTAMA
Di sini Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Adam as, bapak seluruh umat manusia. Ketika Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Adam as, Dia disambut serta Nabi Adam as, mendoakannya dengan doa kebaikan. Pertemuan Nabi Muhammad saw dengan Nabi Adam as, di langit pertama ini sebenarnya merupakan suatu i'tibar, ketika kita berniat akan memulai perkerjaan atau perjalanan, terlebih dahulu kita datang kepada orang tua, yakni ayah dan ibu untuk memohon do'a restu keduanya agar perkerjaan dan perjalanan itu memperoleh kesuksesan serta mendapat keselamatan. Kemudian perjalanan di lanjutkan, naiklah Nabi saw bersama Jibril kelangit kedua.
DI LANGIT KEDUA
Dengan iringan penghormatan serta sambutan yang baik dari penjaga langit kedua, masuklah Nabi Muhammad saw, bersama Jibril. Di langit yang kedua Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi 'Isa as dan Nabi Yahya as Kedua orang Nabi ini kemudian memberikan do'a restunya untuk keselamatan Nabi Muhammad saw Kemudian naiklah Nabi Muhammad saw bersama Jibril ke langit yang ke tiga.
DI LANGIT KETIGA
Sebagaimana di langit pertama dan kedua, begitu juga sampai didepan langit ketiga. Setelah selesai terjawab semua pertanyaan, di bukalah pintunya di bergabung penghormatan oleh penjaga langit itu kepada Nabi Muhammad saw Di langit yang ketiga, Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Yusuf as, yaitu seorang hamba Allah yang memperoleh karunia kecantikan paras wajahnya. Pertemuan antara Nabi Muhammad saw, dengan Nabi Yusuf as, di langit yang ketiga ini tidak ubahnya seperti pertemuan dua saudara. Selanjutnya Nabi saw bersama Jibril naik ke langit yang ke empat.
DI LANGIT KEEMPAT
Di sini Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Idris as yang telah memperoleh karunia tempat yang tinggi dari Allah swt Pertemuan ini pun tak ubahnya seperti pertemuan dua orang saudara yang telah lama berpisah. Perjalananpun di lanjutkan, Nabi Muhammad saw bersama Jibril terus naik ke langit yang ke lima.
DI LANGIT KELIMA
Dengan iringan penghormatan serta sambutan yang baik dari penjaga langit kelima, masuklah Nabi Muhammad saw, bersama Jibril. Di langit yang kelima, Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Harun as dengan penuh penghormatan. Pertemuan inipun tidak ubah seperti pertemuan dua orang saudara, penuh mesra dan saling hormat. Selanjutnya Nabi saw bersama Jibril naik ke langit yang ke enam.
DI LANGIT KEENAM
Di langit ke enam ini Nabi saw bertemu dengan Nabi Musa as Disini Nabi Muhammad saw menyaksikan suatu keanehan, sebab tiba-tiba saja Musa menangis tersedu-sedu. Ketika di tanyakan kepada Beliau .. Beliaupun menjawab: Karena aku tidak mengira ada seorang Nabi yang di utus Allah sesudahku, ummatnya akan lebih banyak yang masuk surga dari ummatku. Kemudian perjalanan di lanjutkan ke langit ketujuh.
Hadis Rasulullah saw Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra: Rasulullah saw telah menceritakan tentang perjalanan Israknya. Beliau bersabda: Musa berkulit sawa matang dan tinggi seperti orang dari Kabilah Syanu'ah. Sementara Nabi Isa as pula berbadan gempal, tingginya sedang. Selain dari itu beliau juga menceritakan tentang Malik penjaga Neraka Jahanam dan Dajjal
DI LANGIT KE TUJUH
Di sini Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Ibrahim as, disaat itu Nabi Ibrahim sedang bersandar di Baitul Ma'mur. Nabi saw di sambut dengan baik, penuh penghormatan seperti menyambut anak sendiri. Ibrahim sempat memberikan nasihat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai berikut: Wahai Muhammad, aku nasehatkan agar engkau menyuruh umatmu untuk memperbanyak tanaman surga. Nabi SAW bertanya: Apakah yang tuan maksud dengan tanaman surga itu?. Jawab Nabi Ibrahima as Tanaman surga adalah ucapan: LAA haula walaa quwwata ILLAA BILLAAHIL 'ALIYYIL' adziim atau ucapan SUBHAANALLAAHI WAL HAMDULILLAAHI walaa ILAAHA ILLALLAAHU HUWALLAAHU AKBAR.
Perlu di ketahui bahwasanya Baitul Ma'mur adalah masjid para Malaikat yang setiap harinya tidak kurang dari 70.000 malaikat masuk kedalamnya dan ketika telah keluar, tidaklah mereka mengulanginya lagi.
Tidak lama kemudian Jibril menyajikan tiga buah gelas, masing-masing berisi arak, air susu dan madu, sehingga Nabi saw memilihnya mana yang lebih disukainya. Beliaupun memilih air susu, lalu di minumnya. Berkatalah Jibril: Benarlah engkau ya Muhammad. Itulah lambang kesucian engkau. Demikian malaikat Jibril mengatakan.
Di Sidratil Muntaha
Di Sidratul Muntaha ini Nabi Muhammad saw menyaksikan keindahan panorama yang tak tertandingi dan tidak ada di tempat manapun apa lagi di dunia ini. Dalam satu kesempatan di Sidratul Mutaha, Nabi Muhammad saw sempat melihat, rupa Malaikat Jibril yang asli. Di sebut dalam satu hadis yang di riwayat Bukhari dan Muslim bahwasanya Jibril memiliki enam ratus sayap. Selanjutnya Nabi Muhammad saw di ajak oleh Malaikat Jibril menyaksikan keindahan bengawan Al-Kautsar, sampai ke depan pintu gerbang surga kemudian Dia masuk ke surga, di dalam surga Beliau menyaksikan hal-hal yang mengherankan, yang belum pernah Beliau saksikan sebelumnya, juga mendengar suara- suara yang belum pernah Ia mendengarnya, bahkan apa saja yang menjadi keinginan hati seketika ada. Kesemuanya itu disaksikan oleh Nabi saw di dalam surga, bahkan Ia sempat membaca tulisan yang terpampang di pintu surga sebagai berikut, yang artinya:
SEDEKAH memperoleh pahala SEPULUH KALI LIPAT DAN menghutangi MENDAPATKAN PAHALA DELAPAN BELAS KALI LIPAT.
Bertanyalah Nabi saw kepada Jibril: Mengapakah pahala orang yang memberi hutang lebih besar dari pada pahala orang bersedekah?. Jibril menjawab: Benar, sebab orang yang di beri sedekah terkadang masih memiliki persediaan hidup, sedangkan orang yang berutang sudah barang tentu dia sangat membutuhkan, yakni tidak memiliki persediaan, sedangkan ia tidak sudi berbuat meminta-minta. Untuk kesempurnaan pengetahuan Nabi saw, diajak melihat kondisi melihat neraka, di sisi Beliau meyaksikan bermacam-macam penyiksaan dan sebagainya. setelah menyaksikan kondisi surga dan neraka, kemudian Nabi saw melanjutkan perjalanan naik ke Sidratul Muntaha sendirian tampa ditemani oleh Malaikat Jibril, lantaran Jibril merasa berat untuk melangkah lebih tinggi lagi. Di Sidratul Muntaha Dia mendengar suara goresan pena penulis, yaitu kalam yang menulis hukum-hukum Allah di Lauhul-Mahfuzh.
Selanjutnya Nabi Muhammad saw diangkat naik setingkat lagi sampai ke 'Arasy disinilah Nabi saw menerima perintah shalat yang wajib di laksanakan oleh Nabi saw dan segenap ummatnya sebanyak lima puluh kali sehari semalam. Dan akhirnya hanya tinggal lima waktu sehari malam setelah dinasihati oleh Nabi Musa as dan diperkenankan oleh Allah.
Juga di 'Arasy, Nabi Muhammad saw, menerima beberapa khushushiyyah yang belum pernah diberikan kepada para Nabi terdahulu. Tentang beberapa khushushiyyah, yang disebut antara lain sebagi berikut:
Nabi saw diberi oleh Allah: Surah Al-Fatihah dan akhir Surah Al-Baqarah dari ayat AAMANAR Rasuulu sampai kepada firmanNya FAN SHURNAA 'ALAL-QAUMIL KAAFIRIINA.
Allah berfirman dalam surat Al-Fatihah.
Yang berarti: Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan yang semesta alam. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat). Engkaulah saja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah saja kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang Engkau karuniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.
Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 285 & 286. Yang berarti: Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan malaikat-malaikat, dan Kitab-Nya, dan Rasul-Nya. (Mereka berkata): "Kami tidak membedakan antara seorang dengan yang lain rasul". Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali ". Allah tidak membebani seseorang melainkan yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang dikerjakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya . (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami! Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir ".
Nabi saw menerima Ilmu tentang:
1. Islam
2. Hijrah
3. Jihad
4. Sedekah
5. Puasa Rammadhan
6. Amal Ma'ruf
7. Nahyi Mungkar
8. Solat
Nabi Muhammad saw memperoleh derajat yang tertinggi, yaitu Asma Allah di sebutkan bersamaan dengan nama Muhammad (LAA-ILAAHA ILLALLAAHU, MUHAMMADUR-rasuulullaah) di dalam azan, tasyahhud dan lain-lainnya.
Nabi Muhammad saw juga menerima gelar HABIBULLAH dan SAYYIDUL AWWALIINA WAL AKHIRIINA.
Setelah Nabi Muhammad saw melakukan tugas perjalanan Isra 'dan Mi'raj, dengan membawa perintah shalat lima waktu sehari semalam, maka Dia turun sampai ke Masjidil Haram di Mekah. Dia datang di Mekah sebelum subuh. Keesokan harinya Beliau menceritakan peristiwa Isra 'dan Mi'raj yang dialaminya semalam ke Abu Jahal dan segenap kaumnya. Kaum Quraisy sangat gembira mendengar cerita Nabi saw ini, karena membuat bukti yang jelas, akan kedustaan dan kepalsuan seruan Nabi Muhammad saw Cerita ini yang menurut mereka sangat berlebih-lebihan dan melampaui batas ini akan menjadi alasan yang dapat menjauhkan orang dari Nabi Muhammad saw . dan orang yang masih ragu-ragu akan segera meninggalkan Nabi saw dan tidak akan memikirkan lagi untuk mengikui dan menerima agamanya. Dugaan kaum Quraisy meleset, hal ini ternyata, utusan yang dikirim kaum Quraisy kepada Abu Bakar As-Shiddiq menyampaikan pertanyaan: Abu Bakar, dapatkah engkau mempercayai dan membenarkan Muhammad yang mengatakan ia baru saja pergi ke Yerusalem dan dari sana ia terus naik ke langgit yg ke tujuh, lalu pada malam itu juga ia kembali ke Mekah? Pertanyaan ini dijawab oleh Abu Bakar dengan tegas. Kalau memang Dia menyatakan demikian, benarlah ia dan pun percaya.
Utusan Quraisy mengulangi pertanyaan: Apakah engkau mengizinkan hai Abu Bakar?. Dengan tegas Abu Bakar menjawab: Aku mengizinkan dan aku yakin dan percaya. Dengan jawaban Abu bakar yang demikian mereka kecewa dan memfitnah Nabi Muhammad saw dan menuduhnya sebagai seorang pendusta, gila dan lain sebagainya. Dengan demikian kita dapat memgambil kesempulan, bahwa sejak dahulu sampai sekarang kaum muslimin telah yakin dan percaya serta beriman terhadap peristiwa Isra 'dan Mi'raj. Sebagai penutup marilah kita berdo'a semoga Allah swt selalu berkati, melindungi kita dan mudah-mudahan kita senantiasa di bawah naungan keridhaan Nya.
Hikmah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW
Perintah sholat dalam perjalanan isra dan mi'raj Nabi Muhammad SAW, kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual-imaniah maupun perspektif rasional-ilmiah, Isra 'Mi'raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat beragama (Islam).
Perintah sholat dalam perjalanan isra dan mi'raj Nabi Muhammad SAW, kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual-imaniah maupun perspektif rasional-ilmiah, Isra 'Mi'raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat beragama (Islam).
Bersandar pada alasan inilah, Imam Al-Qusyairi yang lahir pada 376 Hijriyah, melalui buku yang berjudul asli 'Kitab al-Mikraj' ini, berupaya memberikan peta yang cukup komprehensif seputar kisah dan hikmah dari perjalanan agung Isra 'Mi'raj Nabi Muhammad SAW, beserta telaahnya. Dengan menggunakan sumber primer, berupa ayat-ayat Al-Quran dan hadist-hadits shahih, Imam al-Qusyairi dengan cukup gamblang menuturkan peristiwa fenomenal yang dialami Nabi itu dengan runtut.
Selain itu, buku ini juga mencoba mengajak pembaca untuk menyimak dengan begitu detail dan mendalam kisah sakral Rasulullah SAW, serta rahasia di balik peristiwa luar biasa ini, termasuk mengenai mengapa mikraj di malam hari? Mengapa harus menembus langit? Apakah Allah berada di atas? Mukjizatkah mikraj itu hingga tak bisa dialami orang lain? Ataukah ia semacam wisata ruhani Rasulullah yang patut kita teladani?
Bagaimana dengan mikraj para Nabi yang lain dan para wali? Bagaimana dengan mikraj kita sebagai muslim? Serta apa hikmahnya bagi kehidupan kita? Semua dibahas secara gamblang dalam buku ini.
Dalam pengertiannya, Isra 'Mi'raj merupakan perjalanan suci, dan bukan sekadar perjalanan "wisata" biasa bagi Rasul. Sehingga peristiwa ini menjadi perjalanan bersejarah yang akan menjadi titik balik dari kebangkitan dakwah Rasulullah SAW. John Renerd dalam buku "In the Footsteps of Muhammad: Understanding the Islamic Experience," seperti pernah dikutip Azyumardi Azra, mengatakan bahwa Isra Mi'raj adalah satu dari tiga perjalanan terpenting dalam sejarah hidup Rasulullah SAW, selain perjalanan hijrah dan Haji Wada. Isra Mi'raj, menurutnya, benar-benar merupakan perjalanan heroik dalam menempuh kesempurnaan dunia spiritual.
Jika perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah pada 662 M menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka Isra Mi'raj menjadi puncak perjalanan seorang hamba (al-abd) menuju sang pencipta ( al-Khalik). Isra Mi'raj adalah perjalanan menuju kesempurnaan ruhani (insan kamil). Sehingga, perjalanan ini menurut para sufi, adalah perjalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi.
Inilah perjalanan yang sangat didambakan setiap praktisi tasawuf. Sedangkan menurut Dr Jalaluddin Rakhmat, salah satu momen penting dari peristiwa Isra Mi'raj yakni ketika Rasulullah SAW "berjumpa" dengan Allah SWT. Ketika itu, dengan penuh hormat Rasul berkata, "Attahiyatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibatulillah"; "Segala kehormatan, kemuliaan, dan keagungan hanyalah milik Allah saja". Allah SWT pun berfirman, "Assalamu'alaika ayyuhan nabiyu warahmatullahi wabarakaatuh".
Mendengar percakapan ini, para malaikat serentak mengumandangkan dua kalimah syahadat. Maka, dari ungkapan bersejarah inilah kemudian bacaan ini diabadikan sebagai bagian dari bacaan shalat.
Selain itu, Seyyed Hossein Nasr dalam buku 'Muhammad Kekasih Allah' (1993) mengungkapkan bahwa pengalaman ruhani yang dialami Rasulullah SAW saat Mi'raj mencerminkan hakikat spiritual dari shalat yang di jalankan umat islam sehari-hari. Dalam artian bahwa shalat adalah mi'raj-nya orang-orang beriman. Sehingga jika kita tarik benang merahnya, ada beberapa urutan dalam perjalanan Rasulullah SAW ini.
Pertama, adanya penderitaan dalam perjuangan yang disikapi dengan kesabaran yang dalam. Kedua, kesabaran yang berbuah balasan dari Allah berupa perjalanan Isra Mi'raj dan perintah shalat. Dan ketiga, shalat menjadi senjata bagi Rasulullah SAW dan kaum Muslimin untuk bangkit dan merebut kemenangan. Ketiga hal diatas telah terangkum dengan sangat indah dalam salah satu ayat Al-Quran, yang berbunyi "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. "
Ketika Jibril as meminta agar dibukakan pintu, terdengar suara bertanya: Siapakah engkau? Dijawabnya: Jibril. Jibril as ditanya lagi: Siapakah bersamamu? Jibril as menjawab: Nabi Muhammad saw Jibril as ditanya lagi: Apakah Nabi Muhammad saw telah diutus? Jibril as menjawab: Ya, Dia telah diutus. Kemudian pintu langit pun terbuka, Nabi Muhammad saw bersama Jibril segera masuk ke langit pertama.
DI LANGIT PERTAMA
Di sini Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Adam as, bapak seluruh umat manusia. Ketika Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Adam as, Dia disambut serta Nabi Adam as, mendoakannya dengan doa kebaikan. Pertemuan Nabi Muhammad saw dengan Nabi Adam as, di langit pertama ini sebenarnya merupakan suatu i'tibar, ketika kita berniat akan memulai perkerjaan atau perjalanan, terlebih dahulu kita datang kepada orang tua, yakni ayah dan ibu untuk memohon do'a restu keduanya agar perkerjaan dan perjalanan itu memperoleh kesuksesan serta mendapat keselamatan. Kemudian perjalanan di lanjutkan, naiklah Nabi saw bersama Jibril kelangit kedua.
DI LANGIT KEDUA
Dengan iringan penghormatan serta sambutan yang baik dari penjaga langit kedua, masuklah Nabi Muhammad saw, bersama Jibril. Di langit yang kedua Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi 'Isa as dan Nabi Yahya as Kedua orang Nabi ini kemudian memberikan do'a restunya untuk keselamatan Nabi Muhammad saw Kemudian naiklah Nabi Muhammad saw bersama Jibril ke langit yang ke tiga.
DI LANGIT KETIGA
Sebagaimana di langit pertama dan kedua, begitu juga sampai didepan langit ketiga. Setelah selesai terjawab semua pertanyaan, di bukalah pintunya di bergabung penghormatan oleh penjaga langit itu kepada Nabi Muhammad saw Di langit yang ketiga, Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Yusuf as, yaitu seorang hamba Allah yang memperoleh karunia kecantikan paras wajahnya. Pertemuan antara Nabi Muhammad saw, dengan Nabi Yusuf as, di langit yang ketiga ini tidak ubahnya seperti pertemuan dua saudara. Selanjutnya Nabi saw bersama Jibril naik ke langit yang ke empat.
DI LANGIT KEEMPAT
Di sini Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Idris as yang telah memperoleh karunia tempat yang tinggi dari Allah swt Pertemuan ini pun tak ubahnya seperti pertemuan dua orang saudara yang telah lama berpisah. Perjalananpun di lanjutkan, Nabi Muhammad saw bersama Jibril terus naik ke langit yang ke lima.
DI LANGIT KELIMA
Dengan iringan penghormatan serta sambutan yang baik dari penjaga langit kelima, masuklah Nabi Muhammad saw, bersama Jibril. Di langit yang kelima, Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Harun as dengan penuh penghormatan. Pertemuan inipun tidak ubah seperti pertemuan dua orang saudara, penuh mesra dan saling hormat. Selanjutnya Nabi saw bersama Jibril naik ke langit yang ke enam.
DI LANGIT KEENAM
Di langit ke enam ini Nabi saw bertemu dengan Nabi Musa as Disini Nabi Muhammad saw menyaksikan suatu keanehan, sebab tiba-tiba saja Musa menangis tersedu-sedu. Ketika di tanyakan kepada Beliau .. Beliaupun menjawab: Karena aku tidak mengira ada seorang Nabi yang di utus Allah sesudahku, ummatnya akan lebih banyak yang masuk surga dari ummatku. Kemudian perjalanan di lanjutkan ke langit ketujuh.
Hadis Rasulullah saw Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra: Rasulullah saw telah menceritakan tentang perjalanan Israknya. Beliau bersabda: Musa berkulit sawa matang dan tinggi seperti orang dari Kabilah Syanu'ah. Sementara Nabi Isa as pula berbadan gempal, tingginya sedang. Selain dari itu beliau juga menceritakan tentang Malik penjaga Neraka Jahanam dan Dajjal
DI LANGIT KE TUJUH
Di sini Nabi Muhammad saw bertemu dengan Nabi Ibrahim as, disaat itu Nabi Ibrahim sedang bersandar di Baitul Ma'mur. Nabi saw di sambut dengan baik, penuh penghormatan seperti menyambut anak sendiri. Ibrahim sempat memberikan nasihat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai berikut: Wahai Muhammad, aku nasehatkan agar engkau menyuruh umatmu untuk memperbanyak tanaman surga. Nabi SAW bertanya: Apakah yang tuan maksud dengan tanaman surga itu?. Jawab Nabi Ibrahima as Tanaman surga adalah ucapan: LAA haula walaa quwwata ILLAA BILLAAHIL 'ALIYYIL' adziim atau ucapan SUBHAANALLAAHI WAL HAMDULILLAAHI walaa ILAAHA ILLALLAAHU HUWALLAAHU AKBAR.
Perlu di ketahui bahwasanya Baitul Ma'mur adalah masjid para Malaikat yang setiap harinya tidak kurang dari 70.000 malaikat masuk kedalamnya dan ketika telah keluar, tidaklah mereka mengulanginya lagi.
Tidak lama kemudian Jibril menyajikan tiga buah gelas, masing-masing berisi arak, air susu dan madu, sehingga Nabi saw memilihnya mana yang lebih disukainya. Beliaupun memilih air susu, lalu di minumnya. Berkatalah Jibril: Benarlah engkau ya Muhammad. Itulah lambang kesucian engkau. Demikian malaikat Jibril mengatakan.
Di Sidratil Muntaha
Di Sidratul Muntaha ini Nabi Muhammad saw menyaksikan keindahan panorama yang tak tertandingi dan tidak ada di tempat manapun apa lagi di dunia ini. Dalam satu kesempatan di Sidratul Mutaha, Nabi Muhammad saw sempat melihat, rupa Malaikat Jibril yang asli. Di sebut dalam satu hadis yang di riwayat Bukhari dan Muslim bahwasanya Jibril memiliki enam ratus sayap. Selanjutnya Nabi Muhammad saw di ajak oleh Malaikat Jibril menyaksikan keindahan bengawan Al-Kautsar, sampai ke depan pintu gerbang surga kemudian Dia masuk ke surga, di dalam surga Beliau menyaksikan hal-hal yang mengherankan, yang belum pernah Beliau saksikan sebelumnya, juga mendengar suara- suara yang belum pernah Ia mendengarnya, bahkan apa saja yang menjadi keinginan hati seketika ada. Kesemuanya itu disaksikan oleh Nabi saw di dalam surga, bahkan Ia sempat membaca tulisan yang terpampang di pintu surga sebagai berikut, yang artinya:
SEDEKAH memperoleh pahala SEPULUH KALI LIPAT DAN menghutangi MENDAPATKAN PAHALA DELAPAN BELAS KALI LIPAT.
Bertanyalah Nabi saw kepada Jibril: Mengapakah pahala orang yang memberi hutang lebih besar dari pada pahala orang bersedekah?. Jibril menjawab: Benar, sebab orang yang di beri sedekah terkadang masih memiliki persediaan hidup, sedangkan orang yang berutang sudah barang tentu dia sangat membutuhkan, yakni tidak memiliki persediaan, sedangkan ia tidak sudi berbuat meminta-minta. Untuk kesempurnaan pengetahuan Nabi saw, diajak melihat kondisi melihat neraka, di sisi Beliau meyaksikan bermacam-macam penyiksaan dan sebagainya. setelah menyaksikan kondisi surga dan neraka, kemudian Nabi saw melanjutkan perjalanan naik ke Sidratul Muntaha sendirian tampa ditemani oleh Malaikat Jibril, lantaran Jibril merasa berat untuk melangkah lebih tinggi lagi. Di Sidratul Muntaha Dia mendengar suara goresan pena penulis, yaitu kalam yang menulis hukum-hukum Allah di Lauhul-Mahfuzh.
Selanjutnya Nabi Muhammad saw diangkat naik setingkat lagi sampai ke 'Arasy disinilah Nabi saw menerima perintah shalat yang wajib di laksanakan oleh Nabi saw dan segenap ummatnya sebanyak lima puluh kali sehari semalam. Dan akhirnya hanya tinggal lima waktu sehari malam setelah dinasihati oleh Nabi Musa as dan diperkenankan oleh Allah.
Juga di 'Arasy, Nabi Muhammad saw, menerima beberapa khushushiyyah yang belum pernah diberikan kepada para Nabi terdahulu. Tentang beberapa khushushiyyah, yang disebut antara lain sebagi berikut:
Nabi saw diberi oleh Allah: Surah Al-Fatihah dan akhir Surah Al-Baqarah dari ayat AAMANAR Rasuulu sampai kepada firmanNya FAN SHURNAA 'ALAL-QAUMIL KAAFIRIINA.
Allah berfirman dalam surat Al-Fatihah.
Yang berarti: Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan yang semesta alam. Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang Menguasai pemerintahan hari Pembalasan (hari Akhirat). Engkaulah saja (Ya Allah) Yang Kami sembah, dan kepada Engkaulah saja kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan orang-orang yang Engkau karuniakan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) orang-orang yang Engkau telah murkai, dan bukan pula (jalan) orang-orang yang sesat.
Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 285 & 286. Yang berarti: Rasulullah telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan juga orang-orang yang beriman; semuanya beriman kepada Allah, dan malaikat-malaikat, dan Kitab-Nya, dan Rasul-Nya. (Mereka berkata): "Kami tidak membedakan antara seorang dengan yang lain rasul". Mereka berkata lagi: Kami dengar dan kami taat (kami pohonkan) Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali ". Allah tidak membebani seseorang melainkan yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang dikerjakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahakannya . (Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami! Janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir ".
Nabi saw menerima Ilmu tentang:
1. Islam
2. Hijrah
3. Jihad
4. Sedekah
5. Puasa Rammadhan
6. Amal Ma'ruf
7. Nahyi Mungkar
8. Solat
Nabi Muhammad saw memperoleh derajat yang tertinggi, yaitu Asma Allah di sebutkan bersamaan dengan nama Muhammad (LAA-ILAAHA ILLALLAAHU, MUHAMMADUR-rasuulullaah) di dalam azan, tasyahhud dan lain-lainnya.
Nabi Muhammad saw juga menerima gelar HABIBULLAH dan SAYYIDUL AWWALIINA WAL AKHIRIINA.
Setelah Nabi Muhammad saw melakukan tugas perjalanan Isra 'dan Mi'raj, dengan membawa perintah shalat lima waktu sehari semalam, maka Dia turun sampai ke Masjidil Haram di Mekah. Dia datang di Mekah sebelum subuh. Keesokan harinya Beliau menceritakan peristiwa Isra 'dan Mi'raj yang dialaminya semalam ke Abu Jahal dan segenap kaumnya. Kaum Quraisy sangat gembira mendengar cerita Nabi saw ini, karena membuat bukti yang jelas, akan kedustaan dan kepalsuan seruan Nabi Muhammad saw Cerita ini yang menurut mereka sangat berlebih-lebihan dan melampaui batas ini akan menjadi alasan yang dapat menjauhkan orang dari Nabi Muhammad saw . dan orang yang masih ragu-ragu akan segera meninggalkan Nabi saw dan tidak akan memikirkan lagi untuk mengikui dan menerima agamanya. Dugaan kaum Quraisy meleset, hal ini ternyata, utusan yang dikirim kaum Quraisy kepada Abu Bakar As-Shiddiq menyampaikan pertanyaan: Abu Bakar, dapatkah engkau mempercayai dan membenarkan Muhammad yang mengatakan ia baru saja pergi ke Yerusalem dan dari sana ia terus naik ke langgit yg ke tujuh, lalu pada malam itu juga ia kembali ke Mekah? Pertanyaan ini dijawab oleh Abu Bakar dengan tegas. Kalau memang Dia menyatakan demikian, benarlah ia dan pun percaya.
Utusan Quraisy mengulangi pertanyaan: Apakah engkau mengizinkan hai Abu Bakar?. Dengan tegas Abu Bakar menjawab: Aku mengizinkan dan aku yakin dan percaya. Dengan jawaban Abu bakar yang demikian mereka kecewa dan memfitnah Nabi Muhammad saw dan menuduhnya sebagai seorang pendusta, gila dan lain sebagainya. Dengan demikian kita dapat memgambil kesempulan, bahwa sejak dahulu sampai sekarang kaum muslimin telah yakin dan percaya serta beriman terhadap peristiwa Isra 'dan Mi'raj. Sebagai penutup marilah kita berdo'a semoga Allah swt selalu berkati, melindungi kita dan mudah-mudahan kita senantiasa di bawah naungan keridhaan Nya.
Hikmah Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW
Perintah sholat dalam perjalanan isra dan mi'raj Nabi Muhammad SAW, kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual-imaniah maupun perspektif rasional-ilmiah, Isra 'Mi'raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat beragama (Islam).
Perintah sholat dalam perjalanan isra dan mi'raj Nabi Muhammad SAW, kemudian menjadi ibadah wajib bagi setiap umat Islam dan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan ibadah-ibadah wajib lainnya. Sehingga, dalam konteks spiritual-imaniah maupun perspektif rasional-ilmiah, Isra 'Mi'raj merupakan kajian yang tak kunjung kering inspirasi dan hikmahnya bagi kehidupan umat beragama (Islam).
Bersandar pada alasan inilah, Imam Al-Qusyairi yang lahir pada 376 Hijriyah, melalui buku yang berjudul asli 'Kitab al-Mikraj' ini, berupaya memberikan peta yang cukup komprehensif seputar kisah dan hikmah dari perjalanan agung Isra 'Mi'raj Nabi Muhammad SAW, beserta telaahnya. Dengan menggunakan sumber primer, berupa ayat-ayat Al-Quran dan hadist-hadits shahih, Imam al-Qusyairi dengan cukup gamblang menuturkan peristiwa fenomenal yang dialami Nabi itu dengan runtut.
Selain itu, buku ini juga mencoba mengajak pembaca untuk menyimak dengan begitu detail dan mendalam kisah sakral Rasulullah SAW, serta rahasia di balik peristiwa luar biasa ini, termasuk mengenai mengapa mikraj di malam hari? Mengapa harus menembus langit? Apakah Allah berada di atas? Mukjizatkah mikraj itu hingga tak bisa dialami orang lain? Ataukah ia semacam wisata ruhani Rasulullah yang patut kita teladani?
Bagaimana dengan mikraj para Nabi yang lain dan para wali? Bagaimana dengan mikraj kita sebagai muslim? Serta apa hikmahnya bagi kehidupan kita? Semua dibahas secara gamblang dalam buku ini.
Dalam pengertiannya, Isra 'Mi'raj merupakan perjalanan suci, dan bukan sekadar perjalanan "wisata" biasa bagi Rasul. Sehingga peristiwa ini menjadi perjalanan bersejarah yang akan menjadi titik balik dari kebangkitan dakwah Rasulullah SAW. John Renerd dalam buku "In the Footsteps of Muhammad: Understanding the Islamic Experience," seperti pernah dikutip Azyumardi Azra, mengatakan bahwa Isra Mi'raj adalah satu dari tiga perjalanan terpenting dalam sejarah hidup Rasulullah SAW, selain perjalanan hijrah dan Haji Wada. Isra Mi'raj, menurutnya, benar-benar merupakan perjalanan heroik dalam menempuh kesempurnaan dunia spiritual.
Jika perjalanan hijrah dari Mekah ke Madinah pada 662 M menjadi permulaan dari sejarah kaum Muslimin, atau perjalanan Haji Wada yang menandai penguasaan kaum Muslimin atas kota suci Mekah, maka Isra Mi'raj menjadi puncak perjalanan seorang hamba (al-abd) menuju sang pencipta ( al-Khalik). Isra Mi'raj adalah perjalanan menuju kesempurnaan ruhani (insan kamil). Sehingga, perjalanan ini menurut para sufi, adalah perjalanan meninggalkan bumi yang rendah menuju langit yang tinggi.
Inilah perjalanan yang sangat didambakan setiap praktisi tasawuf. Sedangkan menurut Dr Jalaluddin Rakhmat, salah satu momen penting dari peristiwa Isra Mi'raj yakni ketika Rasulullah SAW "berjumpa" dengan Allah SWT. Ketika itu, dengan penuh hormat Rasul berkata, "Attahiyatul mubaarakaatush shalawatuth thayyibatulillah"; "Segala kehormatan, kemuliaan, dan keagungan hanyalah milik Allah saja". Allah SWT pun berfirman, "Assalamu'alaika ayyuhan nabiyu warahmatullahi wabarakaatuh".
Mendengar percakapan ini, para malaikat serentak mengumandangkan dua kalimah syahadat. Maka, dari ungkapan bersejarah inilah kemudian bacaan ini diabadikan sebagai bagian dari bacaan shalat.
Selain itu, Seyyed Hossein Nasr dalam buku 'Muhammad Kekasih Allah' (1993) mengungkapkan bahwa pengalaman ruhani yang dialami Rasulullah SAW saat Mi'raj mencerminkan hakikat spiritual dari shalat yang di jalankan umat islam sehari-hari. Dalam artian bahwa shalat adalah mi'raj-nya orang-orang beriman. Sehingga jika kita tarik benang merahnya, ada beberapa urutan dalam perjalanan Rasulullah SAW ini.
Pertama, adanya penderitaan dalam perjuangan yang disikapi dengan kesabaran yang dalam. Kedua, kesabaran yang berbuah balasan dari Allah berupa perjalanan Isra Mi'raj dan perintah shalat. Dan ketiga, shalat menjadi senjata bagi Rasulullah SAW dan kaum Muslimin untuk bangkit dan merebut kemenangan. Ketiga hal diatas telah terangkum dengan sangat indah dalam salah satu ayat Al-Quran, yang berbunyi "Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (Yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. "
Awal Perjalanan isra' Nabi Muhammad SAW
Pada suatu malam tanggal 27 Rajab, Allah SWT memberikan wahyu kepada Malaikat Jibril as, "Janganlah engkau (Jibril) bertasbih pada malam ini dan engkau 'Izrail jangan engkau mencabut nyawa pada malam ini."
Malaikat Jibril as bertanya, "Ya Allah, apakah kiamat telah sampai? "
Allah SWT berfirman, artinya, "Tidak, wahai Jibril. Tapi pergilah engkau ke surga dan ambillah buraq dan terus pergi ke Muhammad dengan buraq itu."
Kemudian Jibril pun pergi ke surga tempat dimana buraq berada. Kemudian dia menemukan 40 juta buraq di taman surga. Setiap buraq memiliki mahkota di keningnya bertuliskan kata-kata, "Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad utusan Allah." Di antara buraq itu, Jibril melihat pada seekor buraq yang memisahkan diri sendirian seraya menangis bercucuran air matanya. Jibril menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"
Berkata buraq, "Ya Jibril, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 ribu tahun yang lalu, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mau makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan. "
Berkata Jibril as, "Aku akan memberikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."
Kemudian Jibril as memakaikan pelana dan kekang ke buraq itu untuk dibawa kepada Nabi Muhammad SAW
*** Pada malam itu Nabi Muhammad SAW. sedang berbaring di antara dua orang yaitu paman beliau, Hamzah dan sepupu beliau, Ja'far bin Abi Thalib yang sedang tidur di dekat Kabah, tiba-tiba datang kepada beliau 3 orang pria yang ternyata adalah malaikat Jibril dan Mika'il beserta seorang malaikat lain . Ketika itu Muhammad terbangun oleh suara yang memanggilnya, "Hai orang yang sedang tidur, bangunlah!" Dan ia pun terbangun, di hadapannya sudah berdiri Malaikat Jibril. Jibril memerintahkan malaikat lain mengangkat Rasulullah ke suatu tempat. Kemudian ketiga malaikat tersebut membawa Nabi Muhammad saw. ke sumur Zamzam, lalu mereka menelentangkan beliau. Kemudian Jibril membelah badan beliau mulai dari tenggorokan sampai ke bawah perutnya. Lalu Jibril berkata kepada Mikail: "Bawakan kepadaku satu baskom air zamzam agar aku dapat membersihkan hati beliau. Jibril mengoperasi dada beliau, kemudian mengeluarkan hati beliau dan membasuhnya tiga kali serta membuang gumpalan hitam ('alaqah) yaitu tempat setan membisikkan waswasnya dari hati beliau; kemudian mereka meletakkannya kembali di tempat asal. Mikail tiga kali membawakan baskom berisi air zamzam kepada Jibril. Kemudian didatangkan sebuah baskom emas yang penuh dengan hikmah dan keimanan dan dituangkan habis ke dada Nabi saw; dan dadanya dipenuhi dengan kesabaran, ilmu, keyakinan dan keislaman ; kemudian ditutup kembali dan di antara kedua belikat beliau distempel dengan stempel kenabian. Semua proses itu tidak menimbulkan sakit sedikit pun kepada Nabi. Setelah selesai, Nabi diminta agar berwudlu. Masjidil Haram tempat awal perjalanan Kemudian didatangkan seekor buraq yang telah diberi pelana dan kendali. Buraq itu adalah binatang yang putih, panjang, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bagal (baghal: hewan peranakkan dari kuda dan keledai). Buroq memiliki empat kaki. Buraq ini dapat meloncat sejauh batas pandangannya; kedua telinganya selalu bergerak. Jika naik gunung kedua kaki belakangnya memanjang dan jika menuruni jurang kedua kaki depannya memanjang. Dia memiliki dua sayap di kedua pahanya yang dapat membantu dan memperkuat kecepatannya. Ketika Nabi SAW pertama kali akan mengendarai Buraq, buroq bertingkah liar sehingga menyulitkan Nabi Muhammad SAW. untuk menaikinya. Kemudian Jibril meletakkan tangannya pada leher buraq seraya berkata: "Apakah engkau tidak malu wahai buraq?; Demi Allah, tidak ada seorang makhlukpun yang menaikimu yang lebih mulia menurut Allah dari pada beliau, maka malulah si buraq, lalu berbaring dan tenang sehingga Nabi SAW. dapat menaikinya. *** Peristiwa Isra 'dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha Nabi Muhammad merasa bahagia pada waktu itu karena ia dapat mengendarai buraq. Jibril memegang tali kekang sementara Mikail memegang pelana. Israfil memegang kain pelana. Buraq bergerak di angkasa dalam sekejap mata. Tidak berapa lama Nabi mengendarai Buraq, sampailah beliau dan Jibril ke suatu tempat yang banyak pohon kurmanya. Jibril berkata, "Ya Muhammad, turun dan berdoalah kepada Allah di tempat ini. Nabi disuruh oleh Jibril agar melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat. Kepada Nabi, Malaikat Jibril menjelaskan, "Tahukah engkau bahwa engkau shalat di Thaibah (Madinah) dan disitulah engkau kelak berhijrah". Kemudian perjalanan dilanjutkan. Di suatu tempat Jibril menyuruh Nabi SAW turun untuk shalat sunnah 2 rakaat. "Inilah Thuur Sina, tempat Musa berbicara langsung dengan Tuhannya" kata Jibril. Perjalanan dilanjutkan kembali dan untuk ketiga kalinya Jibril memerintahkan untuk berhenti disuatu tempat dan menyuruh melakukan shalat sunnah 2 rakaat lagi. Setelah selesai sholat berkatalah Jibril kepada Nabi saw., "Tahukah engkau dimana engkau sholat kali ini?" Engkau sholat di Baitul Lahm, tempat Isa dilahirkan ". *** Perjalanan diteruskan lagi. Dalam perjalanan ke Yerusalem, Nabi diperlihatkan dengan berbagai pemandangan simbolik. Setiap kali melihatnya, Jibril menjelaskan fakta sebenarnya peristiwa tersebut. Tiba-tiba Nabi Muhammad saw. melihat Jin Ifrit yang membuntuti beliau dengan membawa obor. Setiap kali ia menoleh, ia melihatnya menyebabkan mata Rasulullah selalu berpaling ke arahnya. Kemudian malaikat Jibril berkata, "Apakah engkau mau aku ajarkan kalimat untuk menghalau Ifrit itu?" Nabi saw. bersabda, "Baik ! ". Lalu malaikat Jibril berkata, "Ucapkan: Aku berlindung dengan wajah Allah Yang Maha Mulia dan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak ada orang yang baik dan tidak pula orang yang durhaka dapat melampauinya, dari kejahatan apa saja yang turun dari langit dan dari kejahatan apa saja yang naik ke langit; dari kejahatan apa saja yang masuk ke dalam bumi dan dari kejahatan apa saja yang keluar dari bumi; dari fitnah-fitnah di waktu malam hari dan di waktu siang hari; dari bencana-bencana dari malam hari dan siang hari, kecuali bencana yang datang dengan kebaikan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang! Setelah Nabi Muhammad saw. membaca doa tersebut, maka jin Ifrit yang membuntuti beliau jatuh tersungkur dan obornya padam. Kemudian Nabi melihat kaum yang menanam tanaman pada suatu hari dan pada hari itu pula tanaman tersebut dapat dipanen. Dan setiap kali dipanen, buahnya kembali lagi seperti semua. Setelah ditanyakan kepada malaikat Jibril beliau mendapat jawaban bahwa apa yang beliau lihat itu adalah gambaran dari orang-orang yang berjuang untuk membela agama Allah. Amal baik mereka dilipatkan gandakan sampai 700 kali. Nabi Muhammad saw. mencium bau harum. Setelah ditanyakan kepada malaikat Jibril tentang bau apakah yang tercium oleh Nabi Muhammad saw. tersebut; ia mendapat jawaban bahwa bau tersebut adalah bau dari Masyithah beserta suami dan kedua anaknya yang dibunuh oleh raja Fir'aun dari Mesir yang mengaku sebagai Tuhan, karena mempertahankan imannya dan mengingkari ketuhanan Fir'aun. Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang membentur-benturkan kepala mereka pada batu sehingga kepala mereka itu pecah. Dan setiap kali kepala mereka pecah, maka pulih kembali, lalu mereka benturkan kembali. Pekerjaan tersebut mereka lakukan terus-menerus tanpa berhenti. Nabi Muhammad saw. mendapat jawaban dari malaikat Jibril atas pertanyaan beliau, bahwa perbuatan tersebut adalah gambaran dari siksaan yang akan diberikan di hari kiamat kepada orang-orang yang malas melakukan shalat wajib dan sering mengakhirkan dari waktunya. Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang pergi berombongan seperti kawanan unta dan kambing yang pergi ke tempat penggembalaan dalam keadaan telanjang. Hanya kemaluan dan dubur mereka saja yang tertutup dengan secarik kain. Mereka makan kayu berduri yang sangat busuk baunya (kayu dlari '), buah zaqqum (buah tetumbuhan yang sangat pahit) dan bara serta batu-batu dari neraka Jahannam. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa kaum tersebut adalah gambaran dari ummat Nabi Muhammad saw. yang tidak mau membayar zakat, baik zakat wajib maupun zakat sunnat. Allah swt. sama sekali tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang memenuhi dua potong daging. Yang sepotong daging yang telah masak dalam sebuah kendil, sedang yang sepotong lagi daging mentah yang busuk. Kaum tersebut melahap daging mentah yang busuk serta meninggalkan daging yang telah masak. Kaum tersebut adalah gambaran dari ummat Nabi yang telah memiliki istri yang halal dan baik, tetapi mereka mendatangi pelacur dan tidur bersama pelacur sampai pagi; dan gambaran dari para wanita yang telah memiliki suami yang halal dan baik, tetapi mereka mendatangi laki-laki hidung belang dan tidur bersamanya sampai pagi. Nabi Muhammad saw. melihat kayu yang melintang di tengah jalan, sehingga tidak ada pakaian atau lainnya yang melewatinya, kecuali kayu tersebut menyobekkannya. Kondisi tersebut adalah sebagai gambaran dari ummat Nabi Muhammad saw. yang suka duduk-duduk di jalanan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Setelah menjawab pertanyaan Nabi Muhammad saw. malaikat Jibril membaca ayat Al Qur'an yang tersebut dalam surat Al A'raf ayat 86 yang antara lain berbunyi sebagai berikut: Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah .. .. Nabi Muhammad saw. melihat orang laki-laki yang berenang di sungai darah dengan menelan batu. Ini adalah gambaran dari orang yang memakan riba. Nabi Muhammad saw. melihat orang laki-laki yang mengumpulkan kayu bakar. Laki-laki tersebut tidak kuat membawanya; akan tetapi jumlah kayu bakar tesebut tidak dikurangi, melainkan ditambahi. Ini adalah gambaran dari ummat Nabi Muhammad saw. yang memangku tugas atau jabatan rangkap. Dia tidak mampu menunaikan amanat-amanat dari tugas-tugas dan jabatan-jabatan tersebut, akan tetapi masih mau menerima tugas dan jabatan lainnya. Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang menggunting lidah dan bibir mereka dengan gunting besi. Setiap kali lidah dan bibir mereka digunting, maka lidah dan bibir tersebut kembali seperti sedia kala. Mereka melakukan hal tersebut terus menerus tanpa berhenti. Ini adalah ibarat dari tukang-tukang khutbah yang menimbulkan fitnah, yaitu tukang-tukang khutbah dari ummat Nabi Muhammad saw. yang meng-khutbahkan apa yang mereka sendiri tidak melakukannya. Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang memiliki kuku-kuku dari logam. Mereka mencakari wajah dan dada mereka dengan kuku tersebut. Ini adalah ibarat orang-orang yang senang menggunjing orang lain dan melecehkan kehormatan orang lain. Nabi Muhammad saw. melihat sapi jantan yang besar keluar dari lubang yang kecil. Sapi tersebut ingin masuk kembali ke dalam lubang tempat ia keluar, akan tetapi tidak dapat. Ini adalah ibarat dari orang yang mengucapkan omongan yang besar, kemudian dia menyesalinya, tetapi tidak dapat menarik kembali omongan tersebut. Nabi Muhammad saw. mendengar panggilan dari arah kanan: "Wahai Muhammad, pandanglah aku; aku akan meminta kepadamu!". Nabi Muhammad saw. tidak menjawab, kemudian malaikat Jibril menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw.: "Panggilan tadi adalah panggilan dari orang-orang Yahudi. Jika engkau memenuhi panggilan tersebut, niscaya banyaklah di kalangan umat engkau yang menjadi Yahudi. Nabi Muhammad saw. mendengar panggilan dari arah kiri: "Wahai Muhammad, pandanglah aku; aku akan meminta kepadamu!". Nabi Muhammad saw. tidak menjawab, kemudian malaikat Jibril berkata kepada beliau: "Panggilan tadi adalah panggilan dari orang-orang Nasrani dan jika engkau menjawab seruan itu tadi, wahai Muhammad, niscaya banyaklah di kalangan umat engkau yang menjadi Nasrani. " Nabi Muhammad saw. melihat wanita yang terbuka kedua lengan bawahnya dan memakai segala macam perhiasan. Wanita tersebut berkata: "Wahai Muhammad, pandanglah aku; aku akan meminta kepadamu!". Nabi Muhammad saw. tidak menolehnya. Setelah Nabi Muhammad saw. bertanya kepada malaikat Jibril tentang siapakah wanita tersebut, maka Jibril menjawab: "Itulah dunia!; jika engkau memenuhi panggilannya, niscaya ummat engkau lebih mementingkan dunia dari pada akhirat. Nabi Muhammad saw. bertemu dengan seorang tua yang mengajak dia untuk menyimpang dari jalan yang akan dilaluinya sambil berkata: "Kemari Muhammad!". Malaikat Jibril berkata: "Terus lurus Muhammad!". Nabi Muhammad saw. bersabda kepada Jibril: "Siapakah dia?". Jibril menjawab: "Dia adalah Iblis, musuh Allah, yang menginginkan agar engkau cenderung kepadanya!". Nabi Muhammad saw. bertemu dengan seorang wanita tua di pinggir jalan memanggil Nabi saw.: "Wahai Muhammad, pandanglah aku; aku akan meminta kepadamu!!". Malaikat Jibril berkata bahwa wanita tua itu adalah gambaran dari umur dunia yang tidak lagi tersisa kecuali seperti sisa umur dari wanita tua tersebut. *** Setelah menyaksikan berbagai pemandangan simbolis itu, akhirnya sampailah mereka di Yerusalem. Kemudian Nabi mengikatkan buraq itu sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi. Nabi Muhammad kemudian memasuki puing-puing kuil Sulaiman. Di sana telah menunggu satu jemaah. Dia menemukan kuil itu penuh dengan malaikat yang menantikannya. Lalu juga dilihatnya arwah para Nabi sejak nabi Adam as. sampai dengan nabi Isa as .. Nabi Muhammad bertanya kepada Jibril siapa mereka. Jibril menjawab, "Mereka adalah saudaramu diantara para nabi dan malaikat ini adalah para pemimpin seluruh malaikat di surga." Jibril kemudian berkata, "Ya, Muhammad, orang paling mulia dalam pandangan Allah, memimpin sholat. "Oleh Jibril Nabi Muhammad dikedepankan untuk menjadi Imam untuk shalat berjamaah. Nabi kemudian menjadi imam sholat berjamaah sebanyak dua rakaat. Seluruh nabi dan malaikat mengikutinya. Setelah selesai sholat bersama para Nabi, Beliau keluar dari Masjidil Aqsha, kemudian Nabi saw berkata kepada Jibril: Wahai Jibril aku merasa haus. Kemudian beliau didatangi dengan semangkuk arak dan semangkuk susu oleh Jibril as Nabi Muhammad memilih susu. Lalu Jibril as berkata: "Engkau telah memilih fitrah." "Benar, engkau telah memilih air susu adalah lambang kesucian dan seandainya engkau mengambil minuman keras niscaya akan tersesatlah engkau dan umat engkau."
Malaikat Jibril as bertanya, "Ya Allah, apakah kiamat telah sampai? "
Allah SWT berfirman, artinya, "Tidak, wahai Jibril. Tapi pergilah engkau ke surga dan ambillah buraq dan terus pergi ke Muhammad dengan buraq itu."
Kemudian Jibril pun pergi ke surga tempat dimana buraq berada. Kemudian dia menemukan 40 juta buraq di taman surga. Setiap buraq memiliki mahkota di keningnya bertuliskan kata-kata, "Tidak ada Tuhan selain Allah, dan Muhammad utusan Allah." Di antara buraq itu, Jibril melihat pada seekor buraq yang memisahkan diri sendirian seraya menangis bercucuran air matanya. Jibril menghampiri buraq itu lalu bertanya, "Mengapa engkau menangis, ya buraq?"
Berkata buraq, "Ya Jibril, sesungguhnya aku telah mendengar nama Muhammad sejak 40 ribu tahun yang lalu, maka pemilik nama itu telah tertanam dalam hatiku dan aku sesudah itu menjadi rindu kepadanya dan aku tidak mau makan dan minum lagi. Aku laksana dibakar oleh api kerinduan. "
Berkata Jibril as, "Aku akan memberikan engkau kepada orang yang engkau rindukan itu."
Kemudian Jibril as memakaikan pelana dan kekang ke buraq itu untuk dibawa kepada Nabi Muhammad SAW
*** Pada malam itu Nabi Muhammad SAW. sedang berbaring di antara dua orang yaitu paman beliau, Hamzah dan sepupu beliau, Ja'far bin Abi Thalib yang sedang tidur di dekat Kabah, tiba-tiba datang kepada beliau 3 orang pria yang ternyata adalah malaikat Jibril dan Mika'il beserta seorang malaikat lain . Ketika itu Muhammad terbangun oleh suara yang memanggilnya, "Hai orang yang sedang tidur, bangunlah!" Dan ia pun terbangun, di hadapannya sudah berdiri Malaikat Jibril. Jibril memerintahkan malaikat lain mengangkat Rasulullah ke suatu tempat. Kemudian ketiga malaikat tersebut membawa Nabi Muhammad saw. ke sumur Zamzam, lalu mereka menelentangkan beliau. Kemudian Jibril membelah badan beliau mulai dari tenggorokan sampai ke bawah perutnya. Lalu Jibril berkata kepada Mikail: "Bawakan kepadaku satu baskom air zamzam agar aku dapat membersihkan hati beliau. Jibril mengoperasi dada beliau, kemudian mengeluarkan hati beliau dan membasuhnya tiga kali serta membuang gumpalan hitam ('alaqah) yaitu tempat setan membisikkan waswasnya dari hati beliau; kemudian mereka meletakkannya kembali di tempat asal. Mikail tiga kali membawakan baskom berisi air zamzam kepada Jibril. Kemudian didatangkan sebuah baskom emas yang penuh dengan hikmah dan keimanan dan dituangkan habis ke dada Nabi saw; dan dadanya dipenuhi dengan kesabaran, ilmu, keyakinan dan keislaman ; kemudian ditutup kembali dan di antara kedua belikat beliau distempel dengan stempel kenabian. Semua proses itu tidak menimbulkan sakit sedikit pun kepada Nabi. Setelah selesai, Nabi diminta agar berwudlu. Masjidil Haram tempat awal perjalanan Kemudian didatangkan seekor buraq yang telah diberi pelana dan kendali. Buraq itu adalah binatang yang putih, panjang, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bagal (baghal: hewan peranakkan dari kuda dan keledai). Buroq memiliki empat kaki. Buraq ini dapat meloncat sejauh batas pandangannya; kedua telinganya selalu bergerak. Jika naik gunung kedua kaki belakangnya memanjang dan jika menuruni jurang kedua kaki depannya memanjang. Dia memiliki dua sayap di kedua pahanya yang dapat membantu dan memperkuat kecepatannya. Ketika Nabi SAW pertama kali akan mengendarai Buraq, buroq bertingkah liar sehingga menyulitkan Nabi Muhammad SAW. untuk menaikinya. Kemudian Jibril meletakkan tangannya pada leher buraq seraya berkata: "Apakah engkau tidak malu wahai buraq?; Demi Allah, tidak ada seorang makhlukpun yang menaikimu yang lebih mulia menurut Allah dari pada beliau, maka malulah si buraq, lalu berbaring dan tenang sehingga Nabi SAW. dapat menaikinya. *** Peristiwa Isra 'dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha Nabi Muhammad merasa bahagia pada waktu itu karena ia dapat mengendarai buraq. Jibril memegang tali kekang sementara Mikail memegang pelana. Israfil memegang kain pelana. Buraq bergerak di angkasa dalam sekejap mata. Tidak berapa lama Nabi mengendarai Buraq, sampailah beliau dan Jibril ke suatu tempat yang banyak pohon kurmanya. Jibril berkata, "Ya Muhammad, turun dan berdoalah kepada Allah di tempat ini. Nabi disuruh oleh Jibril agar melaksanakan shalat sunnah 2 rakaat. Kepada Nabi, Malaikat Jibril menjelaskan, "Tahukah engkau bahwa engkau shalat di Thaibah (Madinah) dan disitulah engkau kelak berhijrah". Kemudian perjalanan dilanjutkan. Di suatu tempat Jibril menyuruh Nabi SAW turun untuk shalat sunnah 2 rakaat. "Inilah Thuur Sina, tempat Musa berbicara langsung dengan Tuhannya" kata Jibril. Perjalanan dilanjutkan kembali dan untuk ketiga kalinya Jibril memerintahkan untuk berhenti disuatu tempat dan menyuruh melakukan shalat sunnah 2 rakaat lagi. Setelah selesai sholat berkatalah Jibril kepada Nabi saw., "Tahukah engkau dimana engkau sholat kali ini?" Engkau sholat di Baitul Lahm, tempat Isa dilahirkan ". *** Perjalanan diteruskan lagi. Dalam perjalanan ke Yerusalem, Nabi diperlihatkan dengan berbagai pemandangan simbolik. Setiap kali melihatnya, Jibril menjelaskan fakta sebenarnya peristiwa tersebut. Tiba-tiba Nabi Muhammad saw. melihat Jin Ifrit yang membuntuti beliau dengan membawa obor. Setiap kali ia menoleh, ia melihatnya menyebabkan mata Rasulullah selalu berpaling ke arahnya. Kemudian malaikat Jibril berkata, "Apakah engkau mau aku ajarkan kalimat untuk menghalau Ifrit itu?" Nabi saw. bersabda, "Baik ! ". Lalu malaikat Jibril berkata, "Ucapkan: Aku berlindung dengan wajah Allah Yang Maha Mulia dan dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna yang tidak ada orang yang baik dan tidak pula orang yang durhaka dapat melampauinya, dari kejahatan apa saja yang turun dari langit dan dari kejahatan apa saja yang naik ke langit; dari kejahatan apa saja yang masuk ke dalam bumi dan dari kejahatan apa saja yang keluar dari bumi; dari fitnah-fitnah di waktu malam hari dan di waktu siang hari; dari bencana-bencana dari malam hari dan siang hari, kecuali bencana yang datang dengan kebaikan, wahai Dzat Yang Maha Penyayang! Setelah Nabi Muhammad saw. membaca doa tersebut, maka jin Ifrit yang membuntuti beliau jatuh tersungkur dan obornya padam. Kemudian Nabi melihat kaum yang menanam tanaman pada suatu hari dan pada hari itu pula tanaman tersebut dapat dipanen. Dan setiap kali dipanen, buahnya kembali lagi seperti semua. Setelah ditanyakan kepada malaikat Jibril beliau mendapat jawaban bahwa apa yang beliau lihat itu adalah gambaran dari orang-orang yang berjuang untuk membela agama Allah. Amal baik mereka dilipatkan gandakan sampai 700 kali. Nabi Muhammad saw. mencium bau harum. Setelah ditanyakan kepada malaikat Jibril tentang bau apakah yang tercium oleh Nabi Muhammad saw. tersebut; ia mendapat jawaban bahwa bau tersebut adalah bau dari Masyithah beserta suami dan kedua anaknya yang dibunuh oleh raja Fir'aun dari Mesir yang mengaku sebagai Tuhan, karena mempertahankan imannya dan mengingkari ketuhanan Fir'aun. Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang membentur-benturkan kepala mereka pada batu sehingga kepala mereka itu pecah. Dan setiap kali kepala mereka pecah, maka pulih kembali, lalu mereka benturkan kembali. Pekerjaan tersebut mereka lakukan terus-menerus tanpa berhenti. Nabi Muhammad saw. mendapat jawaban dari malaikat Jibril atas pertanyaan beliau, bahwa perbuatan tersebut adalah gambaran dari siksaan yang akan diberikan di hari kiamat kepada orang-orang yang malas melakukan shalat wajib dan sering mengakhirkan dari waktunya. Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang pergi berombongan seperti kawanan unta dan kambing yang pergi ke tempat penggembalaan dalam keadaan telanjang. Hanya kemaluan dan dubur mereka saja yang tertutup dengan secarik kain. Mereka makan kayu berduri yang sangat busuk baunya (kayu dlari '), buah zaqqum (buah tetumbuhan yang sangat pahit) dan bara serta batu-batu dari neraka Jahannam. Malaikat Jibril menjelaskan bahwa kaum tersebut adalah gambaran dari ummat Nabi Muhammad saw. yang tidak mau membayar zakat, baik zakat wajib maupun zakat sunnat. Allah swt. sama sekali tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang memenuhi dua potong daging. Yang sepotong daging yang telah masak dalam sebuah kendil, sedang yang sepotong lagi daging mentah yang busuk. Kaum tersebut melahap daging mentah yang busuk serta meninggalkan daging yang telah masak. Kaum tersebut adalah gambaran dari ummat Nabi yang telah memiliki istri yang halal dan baik, tetapi mereka mendatangi pelacur dan tidur bersama pelacur sampai pagi; dan gambaran dari para wanita yang telah memiliki suami yang halal dan baik, tetapi mereka mendatangi laki-laki hidung belang dan tidur bersamanya sampai pagi. Nabi Muhammad saw. melihat kayu yang melintang di tengah jalan, sehingga tidak ada pakaian atau lainnya yang melewatinya, kecuali kayu tersebut menyobekkannya. Kondisi tersebut adalah sebagai gambaran dari ummat Nabi Muhammad saw. yang suka duduk-duduk di jalanan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Setelah menjawab pertanyaan Nabi Muhammad saw. malaikat Jibril membaca ayat Al Qur'an yang tersebut dalam surat Al A'raf ayat 86 yang antara lain berbunyi sebagai berikut: Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah .. .. Nabi Muhammad saw. melihat orang laki-laki yang berenang di sungai darah dengan menelan batu. Ini adalah gambaran dari orang yang memakan riba. Nabi Muhammad saw. melihat orang laki-laki yang mengumpulkan kayu bakar. Laki-laki tersebut tidak kuat membawanya; akan tetapi jumlah kayu bakar tesebut tidak dikurangi, melainkan ditambahi. Ini adalah gambaran dari ummat Nabi Muhammad saw. yang memangku tugas atau jabatan rangkap. Dia tidak mampu menunaikan amanat-amanat dari tugas-tugas dan jabatan-jabatan tersebut, akan tetapi masih mau menerima tugas dan jabatan lainnya. Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang menggunting lidah dan bibir mereka dengan gunting besi. Setiap kali lidah dan bibir mereka digunting, maka lidah dan bibir tersebut kembali seperti sedia kala. Mereka melakukan hal tersebut terus menerus tanpa berhenti. Ini adalah ibarat dari tukang-tukang khutbah yang menimbulkan fitnah, yaitu tukang-tukang khutbah dari ummat Nabi Muhammad saw. yang meng-khutbahkan apa yang mereka sendiri tidak melakukannya. Nabi Muhammad saw. melihat kaum yang memiliki kuku-kuku dari logam. Mereka mencakari wajah dan dada mereka dengan kuku tersebut. Ini adalah ibarat orang-orang yang senang menggunjing orang lain dan melecehkan kehormatan orang lain. Nabi Muhammad saw. melihat sapi jantan yang besar keluar dari lubang yang kecil. Sapi tersebut ingin masuk kembali ke dalam lubang tempat ia keluar, akan tetapi tidak dapat. Ini adalah ibarat dari orang yang mengucapkan omongan yang besar, kemudian dia menyesalinya, tetapi tidak dapat menarik kembali omongan tersebut. Nabi Muhammad saw. mendengar panggilan dari arah kanan: "Wahai Muhammad, pandanglah aku; aku akan meminta kepadamu!". Nabi Muhammad saw. tidak menjawab, kemudian malaikat Jibril menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw.: "Panggilan tadi adalah panggilan dari orang-orang Yahudi. Jika engkau memenuhi panggilan tersebut, niscaya banyaklah di kalangan umat engkau yang menjadi Yahudi. Nabi Muhammad saw. mendengar panggilan dari arah kiri: "Wahai Muhammad, pandanglah aku; aku akan meminta kepadamu!". Nabi Muhammad saw. tidak menjawab, kemudian malaikat Jibril berkata kepada beliau: "Panggilan tadi adalah panggilan dari orang-orang Nasrani dan jika engkau menjawab seruan itu tadi, wahai Muhammad, niscaya banyaklah di kalangan umat engkau yang menjadi Nasrani. " Nabi Muhammad saw. melihat wanita yang terbuka kedua lengan bawahnya dan memakai segala macam perhiasan. Wanita tersebut berkata: "Wahai Muhammad, pandanglah aku; aku akan meminta kepadamu!". Nabi Muhammad saw. tidak menolehnya. Setelah Nabi Muhammad saw. bertanya kepada malaikat Jibril tentang siapakah wanita tersebut, maka Jibril menjawab: "Itulah dunia!; jika engkau memenuhi panggilannya, niscaya ummat engkau lebih mementingkan dunia dari pada akhirat. Nabi Muhammad saw. bertemu dengan seorang tua yang mengajak dia untuk menyimpang dari jalan yang akan dilaluinya sambil berkata: "Kemari Muhammad!". Malaikat Jibril berkata: "Terus lurus Muhammad!". Nabi Muhammad saw. bersabda kepada Jibril: "Siapakah dia?". Jibril menjawab: "Dia adalah Iblis, musuh Allah, yang menginginkan agar engkau cenderung kepadanya!". Nabi Muhammad saw. bertemu dengan seorang wanita tua di pinggir jalan memanggil Nabi saw.: "Wahai Muhammad, pandanglah aku; aku akan meminta kepadamu!!". Malaikat Jibril berkata bahwa wanita tua itu adalah gambaran dari umur dunia yang tidak lagi tersisa kecuali seperti sisa umur dari wanita tua tersebut. *** Setelah menyaksikan berbagai pemandangan simbolis itu, akhirnya sampailah mereka di Yerusalem. Kemudian Nabi mengikatkan buraq itu sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para Nabi. Nabi Muhammad kemudian memasuki puing-puing kuil Sulaiman. Di sana telah menunggu satu jemaah. Dia menemukan kuil itu penuh dengan malaikat yang menantikannya. Lalu juga dilihatnya arwah para Nabi sejak nabi Adam as. sampai dengan nabi Isa as .. Nabi Muhammad bertanya kepada Jibril siapa mereka. Jibril menjawab, "Mereka adalah saudaramu diantara para nabi dan malaikat ini adalah para pemimpin seluruh malaikat di surga." Jibril kemudian berkata, "Ya, Muhammad, orang paling mulia dalam pandangan Allah, memimpin sholat. "Oleh Jibril Nabi Muhammad dikedepankan untuk menjadi Imam untuk shalat berjamaah. Nabi kemudian menjadi imam sholat berjamaah sebanyak dua rakaat. Seluruh nabi dan malaikat mengikutinya. Setelah selesai sholat bersama para Nabi, Beliau keluar dari Masjidil Aqsha, kemudian Nabi saw berkata kepada Jibril: Wahai Jibril aku merasa haus. Kemudian beliau didatangi dengan semangkuk arak dan semangkuk susu oleh Jibril as Nabi Muhammad memilih susu. Lalu Jibril as berkata: "Engkau telah memilih fitrah." "Benar, engkau telah memilih air susu adalah lambang kesucian dan seandainya engkau mengambil minuman keras niscaya akan tersesatlah engkau dan umat engkau."
Kamis, 20 Maret 2014
kyai nur 5
Setelah mbah Hamid ruhnya pergi, lantas ganti mbah Mangli masuk. ( ingat ini hanya cerita saja,jadi boleh percaya dan boleh tidak percaya )
siapa mbah mangli mungkin bisa baca ini.
Bagi orang Jawa Tengah, khususnya daerah Magelang dan sekitarnya, nama KH Hasan Asy'ari atau mbah Mangli hampir pasti langsung mengingatkan pada sosok kyai sederhana, penuh karomah.
Menurut almarhum Wali Allah gus miek, walau Mbah Mangli memiliki banyak usaha dan termasuk orang yang kaya-raya, namun Mbah Mangli adalah wali Allah yang hatinya selalu menangis kepada Allah, menangis melihat umat dan menangis karena rindu kepada Allah.
KH Hasan Asy'ari / Mbah Mangli adalah mursyid Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN). Mbah Mangli adalah salah satu tokoh yang mendirikan Asrama Pendidikan Islam di Magelang yang santrinya berasal dari seluruh Indonesia.
Meski terkenal di mana-mana, beliau selalu hidup sederhana. Dia sering diundang ke sana ke mari untuk mengisi pengajian. Pada saat mengisi pengajian, di mana pun ia dan dalam kondisi apa pun, Mbah Mungli tidak pernah memakai alat pengeras suara, meskipun jamaahnya sangat banyak, hingga berbaris dengan jarak jauh. Namun, masyarakat tetap sangat menyukai isi pidatonya dan mendengar suara beliau.
Kadang panitia sengaja menyelipkan amplop uang kepada Mbah Mangli, namun ia dengan halus menolaknya, dan biasanya beliau mengatakan: "Jika separoh dari jamaah yang hadir tadi mau dan berkenan menjalankan apa yang saya sampaikan tadi, itu jauh lebih bernilai dari apapun, jadi mohon jangan dinilai dakwah saya ini dengan uang, kalau tuan mau antar saya pulang saya terima, kalau kesulitan ya gak papa saya bisa pulang sendiri "
Mbah Mangli dikaruniai karomah "melipat bumi" yakni bisa datang dan pergi ke berbagai tempat yang jauh dalam sekejap mata. Di sisi lain, ia dikenal sebagai seorang yang memiliki kemampuan psikokinesis tinggi. Misal, dia dapat mengetahui tamu yang akan datang beserta maksud dan tujuannya.
Seperti orang yang bermaksud untuk makan jeruk bersilaturrahim di rumah Mangli. Dia menyambut dengan memberikan jeruk. salah satu wejangannya adalah: "apik ning menungsa, durung mesthi apik ning Gusti"
Langgar Linggan
Bangunan itu sederhana saja. Ukurannya tidak terlalu besar, tetapi tampak demikian kokoh dan bersih terawat baik. Di sekelilingnya ada banyak pepohonan rindang, sehingga membuat suasana terasa sejuk dan nyaman.
Warga menyebutnya Langgar Linggan. Lokasinya dekat pemukiman penduduk Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Tepatnya di atas tanah wakaf dari KH Khadis, tokoh ulama terkemuka di Mejing, pada dekade 1960-1970. Pada tahun 1970-an, mus h ala ini menjadi saksi sejarah syiar agama Islam yang pernah dilakukan oleh KH Hasan Asy'ari , atau lebih beken dengan sebutan Mbah Mangli dari lereng Gunung Andong wilayah Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Magelang.
Pengajian rutin yang diisi ceramah keagamaan oleh Mbah Mangli, kala itu senantiasa dilaksanakan pada hari Kamis Wage, kata Ahsin (80), warga Mejing yang kerapkali menjadi panitia penyelenggara pendidikan.
Acara selapanan itu dimulai dari obsesi KH Khadis, yang ingin mengajak Mbah Mangli untuk melakukan syiar Islam di Mejing. Untuk itu, dia mengutus Ahsis dan kawan-kawan sowan ke Mbah Mangli.
Pengganti Usaha Ahsin tak membuahkan hasil. Kendati sempat menginap di sana, namun Ahsin tidak bisa bertemu dengan ulama k h arismatik tersebut. Karenanya, KH Khadis terpaksa berangkat sendiri menjemput Mbah Mangli.
Langgar Linggan itu sendiri menjadi pengganti Masjid Jami Mejing, yang hanya sempat tiga kali digunakan sebagai pusat studi Mbah Mangli. Bukan apa-apa, transfer itu hanya dilandasi pertimbangan kenyamanan pengunjung. Masjid Jami posisinya persis di tepi jalan jurusan Magelang-Candimulyo.
Praktis selalu dilewati banyak kendaraan. Lalu lalang kendaraan itu tentu saja terasa mengganggu konsentrasi peserta pengajian. Menurut KH Kholil, Takmir Langgar Linggan, ketika Mbah Mangli wafat pada 1990, pengajian Kamis Wage di Mejing turut terhenti. Beberapa tahun belakangan, tradisi yang pernah mengakar di kalangan masyarakat itu mulai dirintis kembali oleh Gus Munir, menantu Mbah Mangli.
ketika mbah mangli menerima serangan dan ancaman dari orang yang memusuhi, Dengan arif, Mbah Mangli tidak melawan berbagai ancaman dan gangguan tersebut. Ia justru mendoakan mereka agar memeroleh kebahagiaan dan petunjuk dari Allah SWT. Keikhlasan, kesederhanaan dan ketokohan ini pula yang membawa Mbah Mangli dekat dengan mantan wapres Adam Malik dan tokoh-tokoh besar lainnya.
Suprihadi merupakan keturunan Haji Fadlan atau Puspowardoyo yakni tokoh Mangli yang membawa KH Hasan Asy'ari atau Mbah Mangli menetap di Dusun Mangli tahun 1956. Setelah mengasuh majelis taklim selama 3 tahun, Hasan Asy'ari kemudian menikah dengan Hj Ning Aliyah dari Sokaraja, Cilacap.
Pada 1959, Mbah Mangli mendirikan pondok pesantren salafiyah namun tidak memberikan nama resmi. Lambat laun pondok tersebut dikenal dengan nama Ponpes Mangli dan sosok Hasan Asy'ari dikenal masyarakat dengan nama Mbah Mangli. Nama ini diberikan masyarakat karena ia menyebarkan Islam dengan basis dari Desa Mangli, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.
Dusun Mangli terletak persis di lereng Gunung Andong. Dengan ketinggian 1.200 dpl, bisa jadi ponpes ini adalah yang tertinggi di Jawa Tengah. Dari teras masjid, para santri bisa melihat hamparan rumah-rumah di Kota Magelang dan Temanggung dengan jelas. Pemandangan lebih menarik terlihat pada malam hari di mana lautan lampu menghias malam.
Untuk ke lokasi ini, kita harus menempuh perjalanan sekitar 40 km dari ibu kota Kabupaten Magelang di Kota Mungkid.
Bangunan pondok yang berada di tengah-tengah desa berdiri di atas lereng-lereng bukit sehingga dari kejauhan terlihat seperti bangunan bertingkat. Meski terpencil ribuan masyarakat setiap Minggu mengaji ke pondok tersebut. Mereka tidak hanya berasal dari sekitar Magelang namun juga berbagai daerah lain. Uniknya, santri yang menetap tidak pernah lebih dari 41 orang.
Pesantren Biasa di Lereng Gunung
PONDOK Pesantren Mangli merupakan salah lembaga pendidikan yang unik dan menarik. Banyak ulama besar yang dicetak oleh ponpes ini. Sepak terjang pesantren tasawuf ini tidak terlepas dari sosok sang pendiri yang memiliki banyak cerita keajaiban.
Berdasar cerita yang beredar di masyarakat, KH Hasan Asy'ari atau lebih dikenal dengan nama Mbah Mangli bisa mengisi pengajian di beberapa tempat sekaligus dalam waktu bersamaan. Ia bisa mengisi pengajian di Mangli, namun pada saat bersamaan juga mengaji di Semarang, Wonosobo, Jakarta dan bahkan Sumatera.
Ia juga tidak membutuhkan pengeras suara (loud speaker) untuk berdakwah seperti halnya kebanyakan kiai lainnya. Padahal jamaah yang menghadiri setiap pengajian Mbah Mangli mencapai puluhan ribu orang.
Menurut sesepuh Dusun Mangli, Mbah Anwar (75) warga Mangli sangat menghormati sosok Mbah Mangli. Bahkan meski sudah meninggal sejak akhir tahun 2007, nama Mbah Mangli tetap harum. Setiap hari ratusan pelayat dari berbagai daerah memadati makam Mbah Mangli yang berada di dalam kompleks pondok.
Tokoh sekaliber Gus Dur selama hidup juga acap berziarah ke makam tersebut. Ini tak terlepas dari sosok kharismatik Mbah Mangli yang menyebarkan Islam di lereng pegunungan Merapi-Merbabu-Andong dan Telomoyo. Ia juga merupakan Mursyid Tariqat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN).
Mbah Mangli-lah yang berhasil mengislamkan daerah yang dulu menjadi markas para begal dan perampok tersebut. Pada masa itu daerah tersebut dikuasai oleh kelompok begal kondang bernama Merapi Merbabu compleks (MMC).
"Tantangan beliau sangat berat. Para begal membabat lahan pertanian penduduk dan mencemari sumber mata air pondok. Warga Mangli sendiri belum shalat meski sudah Islam. Kebanyakan warga kami hanya Islam KTP, " ungkap Kepala Dusun Mangli Suprihadi.
cerita di atas ku ambil dari beberpa sumber dan saya sendiri tak pernah bertemu dengan mbah mangli, tapi terus terang jaman dulu mengagumi beliau, karena banyak cerita yang beredar kalau mbah mangli itu bisa tau isi hati orang ada orang dari desaku yang sowan sama mbah mangli, dia membawa pisang setundun, dan di serahkan ke mbah mangli, tapi pisang itu di suruh membawa pulang, karena pisang curian, tetanggaku heran padahal pisang itu kan bibitnya saja yang ngambil dari bibit pisang tetangga tanpa ijin, lakok mbah mangli bisa tau, saya yang ingin sowan ke beliau malah jadi takut hehehhe, karena saya merasa banyak sekali dosa.
'' Assalamualaikum wr. wb. hm kamu sudah besar nur... gagah... berwibawa... wah bangga aku, bangga aku sebagai pendidikmu..''
'' waalaikum salam mbah...bagaimana kabarnya mbah...?''
'' ya begini nur... aku alhamdulillah sehat, dan bagaimana kabarmu, sehat kan?''
'' Alhamdulillah atas doa mbah mangli dan atas rahmad Allah, saya sehat mbah..''
'' nur....! kalau lewat magelang, mampir ke tempatku...''
'' insaAllah mbah... ''
'' itu warisan dari kakekmu di ambil ''
'' itu warisan dari kakekmu syaikh subakir, ''
'' warisannya di mana mbah ?''
'' di atas gunung sana .... bentuknya tombak yang di kubur...''
'' apa tombaknya masih mbah ?''
'' masih , di kubur, jelas jasad tombak sudah hancur, tapi ruh tombak masih, kamu ambil saja, karena hanya kamu pewarisnya yang berhak...''
'' apa ini tombaknya mbah ?'' kataku setelah ku ambil tombaknya.
'' wah ladalah, benar itu tombaknya..., wah ilmumu sangat tinggi sekali, subhanallah, aku tak salah sejak kecil mendidikmu ''
'' apa saya sejak kecil, mbah mangli yang mendidik ?''
'' iya nur, mana ada yang kuat mendidikmu, orang tuamu juga tak akan sanggup mengatasi kenakalanmu, karena titisan syaidina ali dari kayangan itu, nakalnya minta ampun....''
'' terimakasih sekali kalau mbah mangli telah mendidikku, padahal saya dulu ingin sekali sowan ke mbah mangli, tapi ndak berani karena saya banyak dosa...''
'' wah anak muda berbuat salah itu biasa nur...aku dulu juga waktu muda seenakku sendiri. yang penting itu murid nurut sama guru, seperti sopirku si salim itu, dia dulu ikut dan taat padaku, sekarang dia bersamaku,.''
'' dia sudah meninggal mbah..''
'' iya... karena taat padaku dia bersamaku di sana, jadi pesanku pada muridmu ini, yang nurut pada gurumu, ndak usah heran, kalau ada yang aneh dan ndak masuk akal, memang nur ini aku dan para wali yang lain yang mendidiknya..''
'' saya malah tak tau kalau mbah mangli yang mendidikku sejak kecil.''
'' dulu aku yang mendidikmu, sekarang aku yang hadir di majlismu....''
'' berarti mbah mangli hadir di majlisku kalau ada dzikir bersama..''
'' iya kami semua hadir, ya kami malu nur , kami yang wali rendahan gak hadir sedang kanjeng syaikh dan kanjeng nabi saja hadir, kami malu kalau tidak hadir.''
( maaf ini hanya dialog saja yang ku tulis, soal kebenarannya juga saya tidak tau..)
'' nur... tombak itu boleh kamu tancapkan di mana saja, kalau kamu menghadapi jin yang fasik, mereka akan takluk semua...''
'' iya mbah, terimakasih atas petunjuknya.''
'' soal si habib itu... aku juga tau, sudah ku sepak kalau tidak melihatnya sebagai dzuriahnya rosululloh.''
'' tak papa mbah, mungkin ini cobaan saya.''
'' we ladalah, kamu yang muda kok ya malah yang arif, dia yang tua kok ya malah sontoloyo begitu.''
'' tak papa mbah... kalau saya ndak ada ujiannya malah ndak naik-naik kelas.''
'' pantesan kamu tingkatannya tinggi sekali... la memang kamu pantas menerima tingkatan itu..., sudah ku bilang ke habib itu untuk sowan padamu, la memang hatinya ketutupan nama besarnya.''
'' ya kalau saya gak punya nama besar mbah, jika di jelek-jelekkan juga gak papa, wong gak punya nama baik, jadi ndak merasa di burukkan, jadi saya tak di rugikan sama sekali.''
'' wes jan aku isin, isin... ku kira dia akan jadi baik, kok malah memusuhimu, kamu yang aku didik juga para wali didik... ingin ku tendang kalau ndak melihat kalau dia itu dzuriahnya rosulilloh..''
'' tak apa-apa mbah... biarkan saja, itu mungkin untuk agar saya naik kelas, berarti beliau membantu saya naik kelas hehehhe''
'' ck... ck... aku bangga.. bangga bangga denganmu nur... ''
'' wah saya masih tetap manusia biasa yang tak punya apa-apa..., awak wadag kluntungan gak ada isinya.''
'' tidak anakku, jangan merendah, kamu itu sudah penuh ilmu, kanjeng syaih saja sangat sayang padamu...''
'' tidak kok mbah, aku benar tak mengerti apa-apa..., mbah mangli kan bisa melihat hatiku...''
'' aku melihat dadamu penuh ilmu ngger, malah kamu sudah di talkin langsung oleh kanjeng syaikh, oleh syaikh naqsyabandi, oleh syaikh syattari...''
'' saya tetap manusia biasa mbah... dan saya ini tidak berpura-pura merendahkan diri..''
'' makanya para guru silsilah pada menyukaimu, itu yang dari palembang, syaikh sambas ingin menemuimu, sekali-kali di panggil ngger, banyak yang ingin memberikan ilmu, kamu terima ilmu dari mereka, agar agama ini bisa di hidupkan ...''
'' iya mbah...'' ' '' oh ya soal titisan kayangan dan anak kayangan itu sebenarnya bagaimana to mbah ?''
'' kamu itu anak turun dewi nawang wulang, berarti kamu itu turunan kayangan, dan kamu juga ketika ali, dari kayangan di buang ke dunia masuk ke perut ibumu, jadinya kamu ini... ya itu memang kalau di ceritakan ya aneh ngger, tapi itu kenyataannya, kamu juga turunan raja raja jawa, prabu Brawijaya, nanti kamu pergi saja ke kayangan suroloyo, prabu brawijaya bisa kamu panggil dari sana..., ''
'' kok kemana-mana darah yang mengalir kepada saya to mbah..?''
" yo memang kamu itu unik, aneh... ya kalau di ceritakan juga tak akan banyak orang percaya... karena itu hal yang sulit di terima akal, tapi kamu kan merasakan sendiri, apa kamu pernah belajar ilmu ini itu, nyatanya kamu punya banyak ilmu, yang tak habis-habis...''
aku hanya manggut-manggut, mendengar wejangan mbah mangli, yang pembawaan suaranya keras kecil cementing, dan lincah penuh semangat.. sampai beliau meminta diri
siapa mbah mangli mungkin bisa baca ini.
Bagi orang Jawa Tengah, khususnya daerah Magelang dan sekitarnya, nama KH Hasan Asy'ari atau mbah Mangli hampir pasti langsung mengingatkan pada sosok kyai sederhana, penuh karomah.
Menurut almarhum Wali Allah gus miek, walau Mbah Mangli memiliki banyak usaha dan termasuk orang yang kaya-raya, namun Mbah Mangli adalah wali Allah yang hatinya selalu menangis kepada Allah, menangis melihat umat dan menangis karena rindu kepada Allah.
KH Hasan Asy'ari / Mbah Mangli adalah mursyid Tarekat Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN). Mbah Mangli adalah salah satu tokoh yang mendirikan Asrama Pendidikan Islam di Magelang yang santrinya berasal dari seluruh Indonesia.
Meski terkenal di mana-mana, beliau selalu hidup sederhana. Dia sering diundang ke sana ke mari untuk mengisi pengajian. Pada saat mengisi pengajian, di mana pun ia dan dalam kondisi apa pun, Mbah Mungli tidak pernah memakai alat pengeras suara, meskipun jamaahnya sangat banyak, hingga berbaris dengan jarak jauh. Namun, masyarakat tetap sangat menyukai isi pidatonya dan mendengar suara beliau.
Kadang panitia sengaja menyelipkan amplop uang kepada Mbah Mangli, namun ia dengan halus menolaknya, dan biasanya beliau mengatakan: "Jika separoh dari jamaah yang hadir tadi mau dan berkenan menjalankan apa yang saya sampaikan tadi, itu jauh lebih bernilai dari apapun, jadi mohon jangan dinilai dakwah saya ini dengan uang, kalau tuan mau antar saya pulang saya terima, kalau kesulitan ya gak papa saya bisa pulang sendiri "
Mbah Mangli dikaruniai karomah "melipat bumi" yakni bisa datang dan pergi ke berbagai tempat yang jauh dalam sekejap mata. Di sisi lain, ia dikenal sebagai seorang yang memiliki kemampuan psikokinesis tinggi. Misal, dia dapat mengetahui tamu yang akan datang beserta maksud dan tujuannya.
Seperti orang yang bermaksud untuk makan jeruk bersilaturrahim di rumah Mangli. Dia menyambut dengan memberikan jeruk. salah satu wejangannya adalah: "apik ning menungsa, durung mesthi apik ning Gusti"
Langgar Linggan
Bangunan itu sederhana saja. Ukurannya tidak terlalu besar, tetapi tampak demikian kokoh dan bersih terawat baik. Di sekelilingnya ada banyak pepohonan rindang, sehingga membuat suasana terasa sejuk dan nyaman.
Warga menyebutnya Langgar Linggan. Lokasinya dekat pemukiman penduduk Desa Mejing, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Tepatnya di atas tanah wakaf dari KH Khadis, tokoh ulama terkemuka di Mejing, pada dekade 1960-1970. Pada tahun 1970-an, mus h ala ini menjadi saksi sejarah syiar agama Islam yang pernah dilakukan oleh KH Hasan Asy'ari , atau lebih beken dengan sebutan Mbah Mangli dari lereng Gunung Andong wilayah Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Magelang.
Pengajian rutin yang diisi ceramah keagamaan oleh Mbah Mangli, kala itu senantiasa dilaksanakan pada hari Kamis Wage, kata Ahsin (80), warga Mejing yang kerapkali menjadi panitia penyelenggara pendidikan.
Acara selapanan itu dimulai dari obsesi KH Khadis, yang ingin mengajak Mbah Mangli untuk melakukan syiar Islam di Mejing. Untuk itu, dia mengutus Ahsis dan kawan-kawan sowan ke Mbah Mangli.
Pengganti Usaha Ahsin tak membuahkan hasil. Kendati sempat menginap di sana, namun Ahsin tidak bisa bertemu dengan ulama k h arismatik tersebut. Karenanya, KH Khadis terpaksa berangkat sendiri menjemput Mbah Mangli.
Langgar Linggan itu sendiri menjadi pengganti Masjid Jami Mejing, yang hanya sempat tiga kali digunakan sebagai pusat studi Mbah Mangli. Bukan apa-apa, transfer itu hanya dilandasi pertimbangan kenyamanan pengunjung. Masjid Jami posisinya persis di tepi jalan jurusan Magelang-Candimulyo.
Praktis selalu dilewati banyak kendaraan. Lalu lalang kendaraan itu tentu saja terasa mengganggu konsentrasi peserta pengajian. Menurut KH Kholil, Takmir Langgar Linggan, ketika Mbah Mangli wafat pada 1990, pengajian Kamis Wage di Mejing turut terhenti. Beberapa tahun belakangan, tradisi yang pernah mengakar di kalangan masyarakat itu mulai dirintis kembali oleh Gus Munir, menantu Mbah Mangli.
ketika mbah mangli menerima serangan dan ancaman dari orang yang memusuhi, Dengan arif, Mbah Mangli tidak melawan berbagai ancaman dan gangguan tersebut. Ia justru mendoakan mereka agar memeroleh kebahagiaan dan petunjuk dari Allah SWT. Keikhlasan, kesederhanaan dan ketokohan ini pula yang membawa Mbah Mangli dekat dengan mantan wapres Adam Malik dan tokoh-tokoh besar lainnya.
Suprihadi merupakan keturunan Haji Fadlan atau Puspowardoyo yakni tokoh Mangli yang membawa KH Hasan Asy'ari atau Mbah Mangli menetap di Dusun Mangli tahun 1956. Setelah mengasuh majelis taklim selama 3 tahun, Hasan Asy'ari kemudian menikah dengan Hj Ning Aliyah dari Sokaraja, Cilacap.
Pada 1959, Mbah Mangli mendirikan pondok pesantren salafiyah namun tidak memberikan nama resmi. Lambat laun pondok tersebut dikenal dengan nama Ponpes Mangli dan sosok Hasan Asy'ari dikenal masyarakat dengan nama Mbah Mangli. Nama ini diberikan masyarakat karena ia menyebarkan Islam dengan basis dari Desa Mangli, Desa Girirejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.
Dusun Mangli terletak persis di lereng Gunung Andong. Dengan ketinggian 1.200 dpl, bisa jadi ponpes ini adalah yang tertinggi di Jawa Tengah. Dari teras masjid, para santri bisa melihat hamparan rumah-rumah di Kota Magelang dan Temanggung dengan jelas. Pemandangan lebih menarik terlihat pada malam hari di mana lautan lampu menghias malam.
Untuk ke lokasi ini, kita harus menempuh perjalanan sekitar 40 km dari ibu kota Kabupaten Magelang di Kota Mungkid.
Bangunan pondok yang berada di tengah-tengah desa berdiri di atas lereng-lereng bukit sehingga dari kejauhan terlihat seperti bangunan bertingkat. Meski terpencil ribuan masyarakat setiap Minggu mengaji ke pondok tersebut. Mereka tidak hanya berasal dari sekitar Magelang namun juga berbagai daerah lain. Uniknya, santri yang menetap tidak pernah lebih dari 41 orang.
Pesantren Biasa di Lereng Gunung
PONDOK Pesantren Mangli merupakan salah lembaga pendidikan yang unik dan menarik. Banyak ulama besar yang dicetak oleh ponpes ini. Sepak terjang pesantren tasawuf ini tidak terlepas dari sosok sang pendiri yang memiliki banyak cerita keajaiban.
Berdasar cerita yang beredar di masyarakat, KH Hasan Asy'ari atau lebih dikenal dengan nama Mbah Mangli bisa mengisi pengajian di beberapa tempat sekaligus dalam waktu bersamaan. Ia bisa mengisi pengajian di Mangli, namun pada saat bersamaan juga mengaji di Semarang, Wonosobo, Jakarta dan bahkan Sumatera.
Ia juga tidak membutuhkan pengeras suara (loud speaker) untuk berdakwah seperti halnya kebanyakan kiai lainnya. Padahal jamaah yang menghadiri setiap pengajian Mbah Mangli mencapai puluhan ribu orang.
Menurut sesepuh Dusun Mangli, Mbah Anwar (75) warga Mangli sangat menghormati sosok Mbah Mangli. Bahkan meski sudah meninggal sejak akhir tahun 2007, nama Mbah Mangli tetap harum. Setiap hari ratusan pelayat dari berbagai daerah memadati makam Mbah Mangli yang berada di dalam kompleks pondok.
Tokoh sekaliber Gus Dur selama hidup juga acap berziarah ke makam tersebut. Ini tak terlepas dari sosok kharismatik Mbah Mangli yang menyebarkan Islam di lereng pegunungan Merapi-Merbabu-Andong dan Telomoyo. Ia juga merupakan Mursyid Tariqat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN).
Mbah Mangli-lah yang berhasil mengislamkan daerah yang dulu menjadi markas para begal dan perampok tersebut. Pada masa itu daerah tersebut dikuasai oleh kelompok begal kondang bernama Merapi Merbabu compleks (MMC).
"Tantangan beliau sangat berat. Para begal membabat lahan pertanian penduduk dan mencemari sumber mata air pondok. Warga Mangli sendiri belum shalat meski sudah Islam. Kebanyakan warga kami hanya Islam KTP, " ungkap Kepala Dusun Mangli Suprihadi.
cerita di atas ku ambil dari beberpa sumber dan saya sendiri tak pernah bertemu dengan mbah mangli, tapi terus terang jaman dulu mengagumi beliau, karena banyak cerita yang beredar kalau mbah mangli itu bisa tau isi hati orang ada orang dari desaku yang sowan sama mbah mangli, dia membawa pisang setundun, dan di serahkan ke mbah mangli, tapi pisang itu di suruh membawa pulang, karena pisang curian, tetanggaku heran padahal pisang itu kan bibitnya saja yang ngambil dari bibit pisang tetangga tanpa ijin, lakok mbah mangli bisa tau, saya yang ingin sowan ke beliau malah jadi takut hehehhe, karena saya merasa banyak sekali dosa.
'' Assalamualaikum wr. wb. hm kamu sudah besar nur... gagah... berwibawa... wah bangga aku, bangga aku sebagai pendidikmu..''
'' waalaikum salam mbah...bagaimana kabarnya mbah...?''
'' ya begini nur... aku alhamdulillah sehat, dan bagaimana kabarmu, sehat kan?''
'' Alhamdulillah atas doa mbah mangli dan atas rahmad Allah, saya sehat mbah..''
'' nur....! kalau lewat magelang, mampir ke tempatku...''
'' insaAllah mbah... ''
'' itu warisan dari kakekmu di ambil ''
'' itu warisan dari kakekmu syaikh subakir, ''
'' warisannya di mana mbah ?''
'' di atas gunung sana .... bentuknya tombak yang di kubur...''
'' apa tombaknya masih mbah ?''
'' masih , di kubur, jelas jasad tombak sudah hancur, tapi ruh tombak masih, kamu ambil saja, karena hanya kamu pewarisnya yang berhak...''
'' apa ini tombaknya mbah ?'' kataku setelah ku ambil tombaknya.
'' wah ladalah, benar itu tombaknya..., wah ilmumu sangat tinggi sekali, subhanallah, aku tak salah sejak kecil mendidikmu ''
'' apa saya sejak kecil, mbah mangli yang mendidik ?''
'' iya nur, mana ada yang kuat mendidikmu, orang tuamu juga tak akan sanggup mengatasi kenakalanmu, karena titisan syaidina ali dari kayangan itu, nakalnya minta ampun....''
'' terimakasih sekali kalau mbah mangli telah mendidikku, padahal saya dulu ingin sekali sowan ke mbah mangli, tapi ndak berani karena saya banyak dosa...''
'' wah anak muda berbuat salah itu biasa nur...aku dulu juga waktu muda seenakku sendiri. yang penting itu murid nurut sama guru, seperti sopirku si salim itu, dia dulu ikut dan taat padaku, sekarang dia bersamaku,.''
'' dia sudah meninggal mbah..''
'' iya... karena taat padaku dia bersamaku di sana, jadi pesanku pada muridmu ini, yang nurut pada gurumu, ndak usah heran, kalau ada yang aneh dan ndak masuk akal, memang nur ini aku dan para wali yang lain yang mendidiknya..''
'' saya malah tak tau kalau mbah mangli yang mendidikku sejak kecil.''
'' dulu aku yang mendidikmu, sekarang aku yang hadir di majlismu....''
'' berarti mbah mangli hadir di majlisku kalau ada dzikir bersama..''
'' iya kami semua hadir, ya kami malu nur , kami yang wali rendahan gak hadir sedang kanjeng syaikh dan kanjeng nabi saja hadir, kami malu kalau tidak hadir.''
( maaf ini hanya dialog saja yang ku tulis, soal kebenarannya juga saya tidak tau..)
'' nur... tombak itu boleh kamu tancapkan di mana saja, kalau kamu menghadapi jin yang fasik, mereka akan takluk semua...''
'' iya mbah, terimakasih atas petunjuknya.''
'' soal si habib itu... aku juga tau, sudah ku sepak kalau tidak melihatnya sebagai dzuriahnya rosululloh.''
'' tak papa mbah, mungkin ini cobaan saya.''
'' we ladalah, kamu yang muda kok ya malah yang arif, dia yang tua kok ya malah sontoloyo begitu.''
'' tak papa mbah... kalau saya ndak ada ujiannya malah ndak naik-naik kelas.''
'' pantesan kamu tingkatannya tinggi sekali... la memang kamu pantas menerima tingkatan itu..., sudah ku bilang ke habib itu untuk sowan padamu, la memang hatinya ketutupan nama besarnya.''
'' ya kalau saya gak punya nama besar mbah, jika di jelek-jelekkan juga gak papa, wong gak punya nama baik, jadi ndak merasa di burukkan, jadi saya tak di rugikan sama sekali.''
'' wes jan aku isin, isin... ku kira dia akan jadi baik, kok malah memusuhimu, kamu yang aku didik juga para wali didik... ingin ku tendang kalau ndak melihat kalau dia itu dzuriahnya rosulilloh..''
'' tak apa-apa mbah... biarkan saja, itu mungkin untuk agar saya naik kelas, berarti beliau membantu saya naik kelas hehehhe''
'' ck... ck... aku bangga.. bangga bangga denganmu nur... ''
'' wah saya masih tetap manusia biasa yang tak punya apa-apa..., awak wadag kluntungan gak ada isinya.''
'' tidak anakku, jangan merendah, kamu itu sudah penuh ilmu, kanjeng syaih saja sangat sayang padamu...''
'' tidak kok mbah, aku benar tak mengerti apa-apa..., mbah mangli kan bisa melihat hatiku...''
'' aku melihat dadamu penuh ilmu ngger, malah kamu sudah di talkin langsung oleh kanjeng syaikh, oleh syaikh naqsyabandi, oleh syaikh syattari...''
'' saya tetap manusia biasa mbah... dan saya ini tidak berpura-pura merendahkan diri..''
'' makanya para guru silsilah pada menyukaimu, itu yang dari palembang, syaikh sambas ingin menemuimu, sekali-kali di panggil ngger, banyak yang ingin memberikan ilmu, kamu terima ilmu dari mereka, agar agama ini bisa di hidupkan ...''
'' iya mbah...'' ' '' oh ya soal titisan kayangan dan anak kayangan itu sebenarnya bagaimana to mbah ?''
'' kamu itu anak turun dewi nawang wulang, berarti kamu itu turunan kayangan, dan kamu juga ketika ali, dari kayangan di buang ke dunia masuk ke perut ibumu, jadinya kamu ini... ya itu memang kalau di ceritakan ya aneh ngger, tapi itu kenyataannya, kamu juga turunan raja raja jawa, prabu Brawijaya, nanti kamu pergi saja ke kayangan suroloyo, prabu brawijaya bisa kamu panggil dari sana..., ''
'' kok kemana-mana darah yang mengalir kepada saya to mbah..?''
" yo memang kamu itu unik, aneh... ya kalau di ceritakan juga tak akan banyak orang percaya... karena itu hal yang sulit di terima akal, tapi kamu kan merasakan sendiri, apa kamu pernah belajar ilmu ini itu, nyatanya kamu punya banyak ilmu, yang tak habis-habis...''
aku hanya manggut-manggut, mendengar wejangan mbah mangli, yang pembawaan suaranya keras kecil cementing, dan lincah penuh semangat.. sampai beliau meminta diri
Langganan:
Postingan (Atom)