Kamis, 31 Oktober 2013

Presiden SBY ( Curhat Lagi )

Selama dua periode menjadi orang no 1 di
republic ini, Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono kerap di tulis oleh media sebagai
presiden yang suka curhat kepada rakyatnya.
Pernyataan-pernyataan dari SBY sering diartikan
sebagai curhatan seorang presiden.
Tentu kita masih ingat tatkala presiden
menyampaikan curhatnya pada Rapim TNI dan
Polri di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta
Utara, Jumat, 21 Januari 2011 mengenai gajinya
yang selama tujuh tahun tidak naik-naik.
Pernyataan yang sesungguhnya disampaikan
presiden untuk memotivasi para prajurit ini
malah ditanggapi berbeda oleh para pengamat
dan lawan-lawan politik SBY, yang menyebut
SBY meminta kenaikan gaji.
Belum lagi setelah SBY berhasil membuat akun
di Twitter dan Facebook yang sukses di follow
oleh jutaan followers. Sebagai presiden, seluruh
follower selalu menunggu-nunggu kicauan apa
yang bakal di tulis langsung oleh presiden ini.
Ketika marak pro kontra kenaikan BBM,
presiden memanfaatkan akun twitternya untuk
berkicau curhat masalah kenaikan BBM. Salah
satu kicauan curhatnya adalah @sbyudhoyono :
Setelah 2 tahun pemerintah bertahan utk tidak
naikkan harga BBM, meskipun subsidi sangat
membengkak, kali ini terpaksa dinaikkan
(21/6/2013).
Dan terakhir SBY adalah
ketika beliau mengunjungi Pulau Komodo untuk
meresmikan Pulau Komodo sebagai salah satu
dari 7 Keajaiban Alam yang baru pada tingkat
duni. Peresmian ini sekaligus membuka
perhelatan Internasional Sail Komodo 2013.
Acara sail komodo sendiri sebenarnya sudah
dimulai sejak bulan Juli lalu.
Ditengah kunjungannya ke pulau komodo itu
Bapak Presiden dan Ibu Negara juga sempat
meninjau rumah pintar (rumpin) Kanawa yang
terletak di Kampung Tengah, Kecamatan
Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Ada
yang menarik perhatian Presiden SBY saat
meninjau tanaman-tanaman disekitar halaman
rumpin yang ditanam oleh anak-anak.
Diantaranya tanaman cabe dan tomat.
Ditengah kunjungannya itu SBY sempat-
sempatnya curhat :
“(Menanam) Ini bagus. Harga naik marah-
marah, padahal kalau mau seperti Ini bagus,
kalau petani kita banyak menanam
penghasilannya bagus kan baik. Oleh karena itu
kalau harga naik, rumah tangganya bagus, mari
kita rajin menanam, bukan rajin mengeluh, rajin
menyalahkan,” ungkap SBY, Sabtu (14/9/2013).
SUMBER
Kemungkinan curhat presiden ini mengenai
banyak nya keluhan masyarakat mengenai
mahalnya harga kedelai yang menyebabkan
langkanya tahu dan tempe di pasaran. Presiden
menyalahkan rakyat terlalu banyak mengeluh
dan hanya bisa menyalahkan pemerintah yang
tidak becus menurunkan harga kedelai.
Makanya ditengah kunjungannya itu, presiden
seolah-olah menunjukkan kepada rakyat
Indonesia sebaiknya kalau mau harga kedelai
murah ya mbok yao menanam sendiri enggak
usah impor dari luar negeri. Yang impor cukup
mobil saja.
Tapi menurut saya, dari pada bapak presiden
hanya curhat dan menyindir rakyat yang enggak
mau tanam sendiri kedelai, harusnya kebijakan
bapak presiden dibidang pertanian lebih
memperhatikan rakyat kecil dan para petani,
permudah mereka dalam menanam, distribusi
pupuk dan hasil panen nya dilindungi sehingga
seperti yang bapak bilang dengan demikian
stabilisasi ekonomi para petani lebih terjamin
tidak pernah terkudeta oleh tengkulak-tengkulak
dan para petani berdasi.
Tapi yaAa wis lah pak, terserah apa kata bapak
presiden aja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar