Jumat, 25 Oktober 2013

Diteror Hantu Sepak Bola

Perkenalkan namaku Rochman Agung (Nama
Facebook), umurku 25thn, aku asli Bandung.
Sebetulnya cerita ini adalah sebuah cerita hantu
yang diceritakan oleh Ibuku dulu waktu saya
masih kecil, tapi cerita ini sangat menempel
hingga saya dewasa sekarang. Dan yang
mengalami cerita ini adalah salah seorang teman
Ibuku. Kejadaiannya bertempat di kota Bandung,
aku tidak persis tahu kapan kejadian itu terjadi.
Ketika ibuku menceritakan ini, kami masih
tinggal di Garut karena aku sempat sekolah dan
tinggal disana, namun tahun 1998 aku pindah
dan menetap di Bandung hingga sekarang. Dan
sesekali ke Garut untuk mengecek rumah. Nanti
saya ceritakan rumah saya yang angker di Garut,
namun sekarang kita kembali ke pokok cerita,
"Diteror Hantu Lapangan Sepak Bola".
Langsung saja, Ibuku bercerita ada seorang
pemuda yang bernama Asep (sebut saja begitu).
Dia adalah pemuda aktif, gesit dan ateltis. Tak
aneh karena dia hobinya lari pagi dan sepak bola
bersama teman2nya di daerahnya.
Suatu hari, minggu pagi selepas shalat shubuh
dia terbangun dan bergegas mandi lalu shalat
dan bersiap memakai baju olah raga untuk
berlari pagi. Dia sudah memiliki janji dengan
sahabatnya, Arif (sebut saja begitu). Mereka
janjian di sebuah lapangan sepak bola tempat
mereka bermain bola dan biasa lari pagi disana.
Singkat cerita Asep pergi, dan jam menunjukkan
sekitar pukul 04.00 pagi. Dia berlari kecil
menyusuri gang-gang pemukiman warga dan
jalan besar, lalu sampailah dia di lapangan sepak
bola. Dia tidak membawa jam tangan, dia hanya
berasumsi waktu itu kurang dari pukul 05.00
pagi dan langit masih gelap saja. Selepas sampai
Asep masuk ke area lapangan sepak bola itu,
betapa kagetnya dia, karena tampak di sana
ramai sekali dengan hirup pikuk orang2 yang
sedang bermain bola dan disekeliling lapangan
terdapat pedagang2 yang menjajakan makanan
serta minuman.
"Lho masih shubuh ko udah ada yang main bola,
ramai pula ini pedagang jam segini" gumamnya
keheranan. Karena dia berpikir tidak wajar
bermain bola di luar ruangan dengan posisi
langit masih pekat dengan penerangan minim
kala itu. Dan seumur2 dia berlari pagi di sana,
tidak pernah dia melihat orang2 main bola
seshubuh itu dan pedagang seramai itu. Main
bola lumrahnya menjelang sore2, yang main
pagipun jarang sekali apalgi ini shubuh dengan
suasana langit gelap (kecuali jaman sekarang
bermain futsal malam hari bisa dibilang lumrah,
tapi itupun indoor dengan lampu penerangan).
Tak lazim rasanya main bola pagi buta.
Lalu dia masuk area lapangan dan duduk di
sebuah bangku yang disebelahnya ada roda
tukang bajigur (sejenis minuman tradisioanal
Sunda campuran santan dan gula merah,
berwarna cokelat muda)
"Pesen satu gelas, Mang" Kata Asep. Si Mang
Tukang Bajigur mengangguk. "Mang" adalah
sapaan untuk "Bang/Mas" dalam bahasa Sunda.
Si mang bajigur sedari tadi tidak melihatkan
wajahnya hanya membelakangi saja.
"Aneh ya, jam segini ko pada main Bola?" tanya
Asep pada Si mang bajigur. Si mang bajigur
memberikan gelas Bajigur tanpa melihatkan
wajahnya dan tanpa ada kata terucap.
Asep mengaduk2 bajigurnya dengan sendok
sambil matanya melihat ke area tengah2
lapangan sepak bola. Sesekali Asep tersenyum
karena keluar kata2 kasar dalam bahasa Sunda
dari mulut para pemain bola. Tangannya tak
lepas mengaduk2 bajigur dan... Betapa kaget
Asep ketika ia hendak meneguk bajigurnya,
karena bajigur yg hendak ia minum lebih mirip
air comberan/air campuran tanah merah. Tidak
ada aroma khas bajigur. Di tengah
kebingungannya, terhembuslah semilir angin
yang membawa bau busuk yang sangat kuat.
"Mang, kok bau bangkai yah?" Tanya Asep. Tapi
tak digubris. Asep kesal karena dari tadi ini
orang tak jawab satupun pertanyaan Asep. Si
mang bajigur sedari tadi membelakangi Asep
sambil merapihkan dagangannya.
"Mang ko diem aja sich?!" Asep mulai
tersinggung. Dia bertanya kembali.
Daaaaannn.....tiba-tiba Si Mang Bajigur berbalik
badan. Eng Ing Eng... Dia berkata, "Itu bau
saya..." Suaranya berat, wajahnya hancur dan
menyeramkan serta bau bangkai yang
menyengat. Asep lari tunggang-langgang
menjauh melemparkan gelas bajugurnya.
Asep berlari terus berlari sambil ekor matanya
melirik ke area tengah lapangan bola dan...
"Astagaaaaaaaa" pekik Asep
Dia melihat dirinya dan teman2nya termasuk Arif
tengah bermain bola. Dia melihat makhluk yang
menyerupai dirinya sedang berlari, menggocek
bola dan berteriak2 dalam bahasa Sunda lengkap
dengan baju olahraga merah kesayangannya.
Persis seperti suasana permainan bola Asep dkk
sore hari tadi.
Asep makin ketakuatan dan berlari terus hingga
dia beristrihat di sebuah tempat jualan kacang
rebus. Dia duduk di bangku tukang kacang rebus
sambil meminta izin.
"Silakan, Jang" kata Si tukang kacang tersenyum
ramah mempersilakan. "Jang" adalah sapaan
untuk anak muda laki2, kependekan dari "Ujang"
"Kenapa, Jang kaya liat setan gitu?" tanyanya dia
pada Asep.
"Hmmm anu Mang, sy liat hantu Tukang bajigur"
disambut senyum oleh tukang kacang.
"Saya kok aneh jam segini ada yang main bola
dan salah seorang pemainnya ko mirip saya?"
Asep bertanya2.
"Di sini sering kejadian aneh ko, Jang" kata Si
mang tukang kacang menakut2i.
Asep mengatur nafas dan merasa heran kenapa
langit kok masih saja gelap dan Si Arif sedari tadi
tak muncul2. Padahal asumsinya dia itu sudah
lebih dari jam 5 pagi.
Lama rasanya Asep mengobrol dengan tukang
kacang itu. Dan tiba2 bau busuk menyengat
tercium kembali, persis bau bangkai tukang
bajigur.
"Mang, bau bangkai yah?" Tanya Asep
"Ah Enggak, Jang" Pungkas tukang kacang
"Tadi saya ngeri banget liat wajah tukang bajigur
yang rusak banget dan baunya itu mirip sama
bau sekarang yg saya cium" kata Asep bergidik.
Dan tiba-tiba suara si tukang kacang berubah
menjadi berat sambil berkata,
"Rusakna jiga urang teu?" (rusaknya seperti saya
gak?) Tanya mang tukang kacang dalam bahasa
Sunda, tiba2 saja wajahnya berubah rusak dan
medekatkan wajahnya persis di depan wajah
Asep. Bau bangkai menyeruak, sampai Asep mau
muntah.
"Astagfirullah..." Asep berteriak sekuat tenaga.
Sambil berlari dan kini benar2 menjauh keluar
area lapangan.
Asep berlari tergopoh dan tidak sengaja
menabrak seorang gadis cantik berambut
panjang di pintu gerbang.
Si gadis marah dan bertanya
"Kenapa Aa, kok kaya yg ketakutan gitu, sakit
nich ketabrak!" Kata si perempuan berambut
panjang setengah marah.
"Maaf Neng, Saya buru2" kata asep. Sapaan "Aa"
dan "Neng" memang lumrah untuk kaum muda-
mudi dalam bahasa Sunda.
"Kenapa, Aa?" tanya sang gadis lagi.
"Aa liat setan berwajah hancur, Neng" timpal
Asep.
"Aa ada2 aja, nich Eneng baru aja mau masuk
lapangan" timpal gadis.
"Neng mau apa?" Tanya asep lagi
"Lari pagi lah, Aa sambil liatin orang main bola"
ujar si gadis tersenyum menggoda.
Rasa kelaki2an Asep menyeruak timbulah rasa
ingin tahu.
"Nama saya Sari, Aa" kata gadis tersebut
menyodorkan tangan.
"Asep" singkat Asep sambil ngos2an.
Singkat cerita mereka berdua mengobrol di
bawah pohon di luar area lapangan. Gadis itu
cantik sekali walapun shubuh itu hanya diterangi
bulan sisa tadi malam yg remang2. Walaupun
sebetulnya Asep makin bingung, bulan masih saja
terang benderang tidak jua berganti matahari
dan dia juga heran si gadis cantik lari pagi
sendirian, apa tidak takut.
"Neng, asli mana? Tanya si Asep. Sekarang rada
tenang dia setelah melihat gadis cantik di
sampingnya.
"Asli sini, Aa" timpalnya manja.
"Hmmm sering kesini yah, tapi Aa gak pernah
sekalipun liat, Neng" timpal Asep bingung sambil
menggoda.
"Aa aja gak pernah ketemu" timpal si gadis.
Asep semakin bernafsu dan mulai berani
memegang tangan sang gadis. Sang gadis hanya
tersenyum manis.
Asep seketika lupa kejadian mengerikan tadi.
Tapi... Eng Ing Eng...Semerbak bau bangkai
tercium kembali. Hati Asep mulai gundah dan
takut.
"Jangan2 gadis ini juga hantu". Batin Asep. Dan
Asep mulai menjauh dan beranjak dari tempat
duduk, ketakutan.
"Aa, mau kemana?" Tanya si Gadis
"Aa mau pulang, Neng" jawab Asep takut.
"Aa.... wajah hantu yang rusak tadi seperti Neng,
gak hihihihihihihi...?" Si gadis tertawa cekikikan
ala Mis kun2.
Ggrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr, gigi Asep gemertak.
Tiba2 saja si gadis berbicara demikian. Benar
saja wajah cantiknya berubah jadi buruk rupa.
"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa". Asep berteriak dan
melepaskan tangannya dari genggaman gadis
tadi. Dia berlari kencang setengah menangis. Bau
bangkai menyeruak, terdengar tawa si gadis
menggema seperti mengikuti Asep.
Asep memelankan langkahnya. Dia mulai lemas
dan lunglai, matanya berkunang2. Dan tibalah
bapak tua menangkap tubuh Asep yang mau
ambruk di pinggir jalan yang sepi itu.
"Ujang siapa?" Tanya bapak tua
"Asep, Pak. Saya lihat hantu di lapangan bola,
sampai 3 hantu. Ampun, tobaaaat..." Asep
menangis seperti mau pingsan.
Asep bercerita kalo dia dikejar2 hantu. Asep
sebetulnya khawatir bapak tua itu hantu tapi
nampaknya Asep mulai mantap bahwa bapak tua
itu bukan hantu, jangan sampai deh, masa dia
harus berlari lagi
"Ikut bapak aja ke rumah yuk, kebetulan bapak
mau pulang kerja abis lembur" tawar bapak tua.
Asep mengangguk dengan wajah pucat pasinya.
Rumah bapak tua itu tidak jauh dari kawasan
lapangan sepak bola itu.
Diberilah Asep segelas air putih hangat, dy
kelihatan lelah tak berdaya.
"Disini sering kejadian kok, Sep, penampakan
hantu itu" kata bapak itu.
Si bapak bercerita, bahwa dulu hantu2 tersebut
adalah para suporter bola yang berbondong2
ingin menonton tim kesayangan mereka yang
akan bertanding di luar kota. Tim sepak bola itu
sering berlatih juga di lapangan bola tersebut. Di
perjalanan, bis yang mengangkut mereka jatuh
ke jurang. Termasuk para pedagang dan gadis
cantik yang Asep temui tadi. Peristiwa itu terjadi
jauh bertahun2 sebelum Asep sering ke lapangan
itu.
Asep termangu dan makin lemas ketika dia
melihat jam dinding baru saja menunjukan Pukul
1 Pagi!!! Dia beristigfar dan keheranan, mengapa
jam dinding di rumahnya menunjukan pukul 4
pagi. Pantas saja matahari tidak terbit dan si Arif
gak kunjung datang.
"Bisa jadi hantu2 tersebut memang sudah
merencanakan ini, Sep" lanjut bapak tua.
"Mungkin iya Pak, karena saya cukup sering
bermain ke lapangan itu dan bermain bola. Dan
yang gak saya paham tadi, saya melihat pemain
bola yang menyerupai wajah saya dan teman2
saya sedang bermain di tengah lapangan" tukas
Asep kebingungan.
"Iya itulah jin-jin usil, Sep. Mereka mengamati
gerak gerik kalian dan menyerupai kalian
layaknya kalian sedang bermain bola". Tambah
bapak tua itu lagi.
Asep memohon izin untuk tinggal di tempat
bapak tua hingga pagi hari. Si bapak menyetujui.
Setelah itu Asep sakit hingga 1 minggu lebih dan
enggan bermain bola lagi di lapangan itu.
-SEKIAN-
Guys, Sampai sekarang aku penasaran lapangan
bola mana yang dimaksud apakah lapangan Bola
Ciujung, lapangan Gasibu atau lapangan Persib.
Entahlah, Ibuku juga mungkin lupa. Yang pasti
semua lapangan itu sangat familiar untuk orang
Bandung dan biasa dipakai untuk kegiatan
olahraga atau untuk berlari pagi.
Cerita tentang Rumahku yang berhantu di Garut,
nanti saya ceritain ya, itu juga kalo Admin izinin.
Kalo cerita rumah berhantu itu, keluargaku
sendiri yang ngalamin, tapi untungnya bukan aku
Trims admin udah menerbitkan cerita Ini.
Ditunggu aja cerita kedua ku.

3 komentar:

  1. DAFTAR SEKARANG!!!
    WWW.BOSPELANGI4D.NET
    SITUS TOGEL ONLINE TERBESAR DAN TERPERCAYA DIASIA

    Dengan diskon togel terbesar dan promo hot lainnya.

    Pasaran : SYDNEY & HONGKONG
    4D : 66.00% , 3D : 59.00% , 2D : 29.00%

    Pasaran : SENTOSA 4D - SINGAPORE - SENTOSA TOTO - FINLANDIA
    4D : 66.00% , 3D : 59.50% , 2D : 29.50%

    BONUS PELANGI4D :
    > Bonus New Member 10%
    > Bonus Deposit Harian 5%
    > Bonus Cashback up to 15% [SPORT]
    > Bonus Cashback up to 10% [SABUNG AYAM]
    > Bonus Cashback 5% [SLOTS & TANGKAS]
    > Bonus Rollingan 0.3%
    > Bonus Rollingan 0.3% [SLOT & TANGKAS]
    > Bonus Rollingan 0.8% [CASINO]
    > Bonus Referral Togel :
    -- 4D & COLOK : 1%
    -- 2D & 3D : 0.5%
    > Bonus Referral up to 2% [SPORT & SABUNG AYAM]


    kami online 24 Jam
    LIVE CHAT ONLINE 24 JAM
    LINE : PelangiJitu
    WHATSAPP : +6281287736082

    BalasHapus
  2. DAFTAR SEKARANG!!!
    WWW.BOSPELANGI4D.NET
    SITUS TOGEL ONLINE TERBESAR DAN TERPERCAYA DIASIA

    Dengan diskon togel terbesar dan promo hot lainnya.

    Pasaran : SYDNEY & HONGKONG
    4D : 66.00% , 3D : 59.00% , 2D : 29.00%

    Pasaran : SENTOSA 4D - SINGAPORE - SENTOSA TOTO - FINLANDIA
    4D : 66.00% , 3D : 59.50% , 2D : 29.50%

    BONUS PELANGI4D :
    > Bonus New Member 10%
    > Bonus Deposit Harian 5%
    > Bonus Cashback up to 15% [SPORT]
    > Bonus Cashback up to 10% [SABUNG AYAM]
    > Bonus Cashback 5% [SLOTS & TANGKAS]
    > Bonus Rollingan 0.3%
    > Bonus Rollingan 0.3% [SLOT & TANGKAS]
    > Bonus Rollingan 0.8% [CASINO]
    > Bonus Referral Togel :
    -- 4D & COLOK : 1%
    -- 2D & 3D : 0.5%
    > Bonus Referral up to 2% [SPORT & SABUNG AYAM]


    kami online 24 Jam
    LIVE CHAT ONLINE 24 JAM
    LINE : PelangiJitu
    WHATSAPP : +6281287736082

    BalasHapus