Malam itu, sekitar tahun 90-an. Paskal, seorang
pemuda tanggung berusia dua puluh-an. Tengah
asyik mengendarai motor seorang diri melewati
daerah Pusuk, Lombok Barat. Sesekali,
tatapannya menerawang kesebelah kiri dan
kanan jalan.
“ Lombok memang indah. “ Pikirnya. Ia sesekali
berhenti untuk melihat-lihat keadaan disana.
Pusuk yang merupakan sebuah daerah
perbukitan dengan pemandangan yang indah ini,
memang mampu menawan hatinya. Disebelah
kiri jalan, terlihat pemandangan pantai Senggigi
dikala malam. Bulan yang bulat sempurna
menambah keindahan langit malam Pusuk. Sinar
bulan malam ini, seakan menerangi jalan yang
hendak dilalui paskal.
“ Coba, seandainya ada dia.” Senyumnya
mengembang. Rupanya, ia tengah memikirkan
sosok sang pujaan hati. Tiba-tiba, ketika hendak
melewati puncak. Ia melihat seorang wanita
berdiri seorang diri dipinggir jalan. Ia
memegangi perutnya.
“ Tengah malam begini, ngapain tuh cewek ? “
Gumam Paskal.
“ Jangan-jangan hantu nih ! ii.. “ Ia bergidik.
Namun, ia tampaknya masih penasaran akan
sosok wanita tersebut. Ia kemudian
memperlambat laju motornya. Wanita itu
tampaknya melambaikan tangan kearahnya,
hendak meminta tumpangan. Begitu dekat,
terlihatlah oleh paskal. Wajah seorang wanita
muda yang kira-kira berusia 30-an tahun. Ia
kemudian menghentikan laju motornya tepat
didepan wanita itu.
“ Mas, saya numpang ya ? mau ke puskesmas. “
Ucap sang wanita terhadap paskal.
“ Perut saya sakit. “ Lanjut wanita tersebut.
Paskal yang iba akhirnya memperbolehkan
wanita tersebut menumpang dengannya.
“ Mbak, ngapain sih. Malem-malem gini
diPusuk ? “ Tanya paskal membuka obrolan.
“ Yah, begitulah mas. Rumah saya kan lokasinya
didalam hutan gitu mas. Mana gak ada motor. “
Jawab wanita itu.
“ Wah, jadi susah ya mbak kalau mau kemana-
mana tengah malam gini ? “ Tanya Paskal lagi.
“ Gak juga kok mas. “ Kemudian obrolan diantara
mereka terhenti. Paskal terlihat bingung.
Beberapa menit ia terdiam.
“ Mbak, disini kalau malam. suasananya emang
gini ya ? Indah banget. “ Ujar Paskal. Kata-
katanya tak digubris oleh wanita tersebut. ‘
Malah diem nih orang ! ‘ pikir Paskal.
Nampaknya ia agak kesal.
Tiba-tiba, entah kenapa. Ia seperti merasa
terdorong ingin melihat spion motornya. Saat
melihat spion, wajah paskal langsung pucat.
Sosok wanita tadi, melihat kearahnya dengan
tatapan yang tajam dan muka yang penuh darah.
“ waduh, gak bener nih.. “ Gumam Paskal.
“ Kenapa mas ? “ Tanya wanita itu datar.
“ Udah tau siapa saya ya ? hihihihi “ Lanjut sosok
itu. Sosok itu kemudian terbang tepat diatas
kepala Paskal.
“ Mau saya anter gak mas ? hihihihi “
Paskal yang ketakutan, tak menghiraukan kata-
kata sosok itu. Ia kemudian melaju motornya
dengan kecepatan tinggi. Setelah berjarak sekitar
1km dari lokasi perubahan wanita tadi. Ia
kemudian memeberanikan diri melihat keatas.
Namun ternyata sosok itu masih juga ada dengan
tertawa cekikikan khas kuntilanak. Paskal
semakin ketakutan. Ia terus memacu motornya.
Hingga akhirnya, disebuah per-4-an. Ia melihat
sekumpulan orang-orang yang tampaknya tengah
ronda. Iapun langsung berhenti.
“ Pak, tolong. “ Hanya itu yang keluar dari
mulutnya.
“ Loh, kenapa mas ? kok pucat ? “ Orang-orang
disana mengerumuninya dan segera memberinya
minum. Ia kemudian menceritakan apa yang
barusan terjadi. Orang-orang disana
menenangkan Paskal.
Karena masih merasa takut dengan kejadian tadi.
Paskal pun berencana melanjutkan perjalanannya
usai Subuh. Lagipula, waktu sudah menunjukkan
jam 03.15 dini hari. Malam itu akhirnya Paskal
ikut ronda dan mengobrol banyak dengan orang-
orang itu.
Sabtu, 26 Oktober 2013
Dikejar Setan Hamil
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar