Rabu, 25 September 2013

pakcik yang mulia

Aduh Pakcik
Aku datang menghibamu
Karena kutahu mulia hatimu
Aduh Pakcik
Ramai-ramai di negeriku
Marah-marah kepadamu
Tak rela miliknya diaku-aku
Aduh Pakcik
Tapi kan seharusnya mereka tahu
Mereka layaknya berterima kasih padamu
Betapa Pakcik telah menolong tanpa ba-bi-
bu
Pakcik yang mulia
Jangan hanya Reog Ponorogo
Jangan hanya Tari Pendet
Jangan hanya Lagu Rasa Sayange
Jangan hanya Angklung
Jangan hanya Motif Batik
Terlalu remeh itu Pakcik yang mulia
Kami saja tak pernah mengakuinya
Mohonlah diklaim Tenaga Kerja Indonesia
Pakcik
Jadikanlah mereka milik Malaysia
Jadi tidak disetrika dan diperkosa
Jadikanlah warga Negara Malaysia
Toh pejabat Indonesia tidak ada yang peduli
mereka
Mohonlah diklaim manusia-manusia malang
itu Pakcik
Berilah mereka paspor Malaysia
Agar mereka digaji banyak
Agar mereka diperlakukan layak
Toh pemerintah Indonesia menganggap
mereka barang rusak
Mohonlah diklaim separuh penduduk
Indonesia Pakcik
Karena miskinnya sudah tidak terperi
Makan sehari-hari sulit sekali
Penyakit datang tak mampu diobati
Kesengsaraan adalah menu sejati
Mohonlah diklaim sumber-sumber alam
Indonesia Pakcik
Yang di Cepu, Papua, Kalimantan
Yang di Natuna, Newmont, Bintan
Karena semua tidak mendatangkan
kesejahteraan
Bagi rakyat yang dalam pemilu ditipu habis-
habisan
Mohonlah diklaim pulau-pulau Indonesia
Pakcik
Jangan hanya Sipadan Ligitan
Karena yang lain yang jumlahnya ribuan
Ditelantarkan layaknya sampah jaman
Jazakumullah Pakcik
Semoga Allah membalas budi baikmu
Semoga Allah menertawakan kami yang tak
tahu malu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar